Kronologi Mahasiswi Sindir Sebuah Desa dan Diusir Pulang dari Tempat KKN

Pihak kampus katanya juga udah minta maaf nih, Kawula Muda.

Viral mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dipulangkan dari tempat KKN usai membuat konten video (ANTARA NEWS)
Tue, 27 Jun 2023


Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi sorotan setelah beredar video berisi sindiran dari sejumlah mahasiswinya yang viral di media sosial. Alhasil video tersebut menyebabkan mahasiswanya diusir dari lokasi kuliah kerja nyata (KKN) lebih cepat.

Dalam video, terdapat sembilan perempuan berjilbab sebagai mahasiswa UNP. Seorang perempuan mengawali celotehan dengan pertanyaan "Kalian libur semester? Mana main... KKN lah," katanya.

Dia melanjutkan, "KKN kalian di mana? Tanah Datar?" Pertanyaan itu lalu teman lainnya berkata, "Lima Puluh Koto?", "Bungus lah..."

"Air endak ada, mandi di musala, rumah bayar," ucapnya sambil tertawa. "Uang tak ada, Ngontrak bayar pula," mahasiswa pertama menjawab lagi.

Viral mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dipulangkan dari tempat KKN usai membuat konten video (TANGKAPAN LAYAR)

 

Setelah video itu viral, terlihat dalam sebuah video lain, seorang tokoh masyarakat mengumpulkan sekelompok mahasiswa KKN itu di dalam sebuah ruang rapat.

Melansir dari Detik, Selasa (27/06/2023), Kepala Pusat KKN UNP, Elfi Tasrif, mengatakan awalnya 30 mahasiswa yang menjalani KKN di sana hanya diberi peringatan. Namun demi keselamatan, UNP langsung menarik mahasiswa KKN tersebut.

"Untuk mengingat karena ini bukan masalah adek-adek dengan pemerintah, bukan. Ini masalah dengan nagari, lingkungan, kelurahan, camat, begitu... 

Mengingat untuk menjaga keamanan adek-adek dan sesuai perintah yang kami terima dari atasan, dari Pak Camat, (KKN) adek-adek dibekukan sampai ada penyelesaian dari dosen pembimbing kampus kepada kami, camat dan lurah Bungus," kata pria tersebut.

Pihak Kampus Klarifikasi

Melihat video yang viral oleh mahasiswanya, pihak kampus UNP akhirnya angkat suara. Mengutip laman Liputan 6, pihak kampus menyebut video yang viral adalah sebuah salah paham dan disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Sehingga menyebabkan timbulnya stigma negatif terhadap mahasiswa yang bersangkutan, UNP, dan masyarakat Kecamatan Bungus," tulis akun yang mendistribusikan informasi seputar KKN mahasiswa UNP.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa mahasiswa tidak diusir warga melainkan setelah ramai viral video tersebut (setelah permintaan maaf kepada lurah dan warga setempat).

"Maka menyebabkan munculnya warga dari tempat lain yang tidak mengetahui kronologi sebelumnya, sehingga membuat mereka berpikir bahwa situasi malam itu tidak kondusif dan memohon untuk pulang," lanjutnya.

Mereka menyadari bahwa video berisi keluhan itu memang tidak elok dibuat mahasiswa. Namun, para pembuat video disebut sebagai kelompok yang paling aktif dalam seminggu melaksanakan KKN.

Bukan hanya sembilan mahasiswi tersebut saja, ada 21 orang lainnya yang juga meminta pulang dari lokasi KKN sehingga total 30 mahasiswa. Sementara itu, 1.100 mahasiswa UNP lain yang sedang melaksanakan KKN di Kecamatan Bungus masih meneruskan tugas mereka.

Berita Lainnya