Waspada! Pemerintah Prediksi Kenaikan Kasus Harian Covid-19 di RI Akan Tembus 20.000

Hai Kawula Muda, tetap patuhi prokes ya.

Ilustrasi orang sedang diisolasi. (FREEPIK)
Fri, 17 Jun 2022


Berdasarkan temuan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang belakangan memicu kenaikan kasus Covid-19, pemerintah meminta agar semua pihak kembali waspada dan memperketat protokol Kesehatan.

Bahkan, melihat tren kasus yang terus naik, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, memperkirakan level transmisi Covid-19 berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia bakal dinaikkan ke level 2.

"Kan kita ada level 1, level 2, seperti PPKM lah, tetapi ini standarnya WHO. Itu di 20 kasus per 100 ribu penduduk per hari," terang Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/6/2022).

Budi Gunadi juga memprediksi puncak gelombang BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada minggu ketiga Juli 2022. Namun, Budi meyakini kasus Covid-19 di Indonesia akan kembali menurun setelahnya.

Ilustrasi sub varian Omicron BA.4 dan BA.5. (GAVI.ORG)

 

"(Puncak) 1 bulan sesudah (kasus) diidentifikasi. Jadi sekitar minggu ketiga, minggu ke-4 Juli dan kemudian nanti akan turun kembali," tutur Budi lagi.

Kendati ada lonjakan kasus Covid-19, kata Budi tingkat fatalitas atau kematian akibat BA.4 dan BA.5 jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta dan Omicron. Sehingga, dia memperkirakan kenaikan kasus paling tinggi akibat subvarian ini berada di angka 20.000 per hari.

Demi menghindari penularan semakin meluas, pemerintah akan terus memantau seberapa signifikan peningkatan kasus Covid-19. 

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.173 kasus positif pada Kamis (16/6/2022). Sedangkan jumlah pasien sembuh bertambah 509, meninggal 3. 

Sebelumnya pada Rabu (15/6/2022), tercatat total kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 6.063.251 kasus, sembuh 5.900.574 kasus, dan meninggal 156.670 kasus.

Tampaknya, kita masih harus waspada dan tidak pernah lalai mematuhi protokol kesehatan ya, Kawula Muda.

Berita Lainnya