Menkes Budi: Vaksin yang Diberikan Pemerintah adalah Vaksin Terbaik

Kawula Muda, kalian udah divaksin belom nih?

Vaksin Sinovac (Pikiran Rakyat Cirebon)
Fri, 04 Jun 2021

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui vaksin Sinovac untuk penggunaan darurat. Hal ini tentunya disambut baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin.

“Kami selaku Pemerintah Indonesia menyambut baik validasi emergency use vaksin Sinovac,” ujar Menkes dikutip dari situs resmi Kemenkes, Jumat (4/6/2021).

Validasi terhadap vaksin Sinovac menandakan bahwa vaksin yang digunakan oleh pemerintah Indonesia merupakan vaksin yang baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas dari vaksin tersebut.

“Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” ujar Budi dilansir dari Kumparan.

Mengenal Vaksin Sinovac

Sinovac merupakan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Sinovac di Beijing, China.

Produk Sinovac-CoronaVac merupakan vaksin jenis yang tidak aktif, dengan persyaratan dan penyimpanan yang mudah dapat membuat vaksin ini mudah dikelola dengan sumber daya yang minim.

Melalui situs resminya, WHO menjelaskan bahwa hasil efektivitas vaksin Sinovac menunjukkan bahwa vaksin ini mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen dari mereka yang divaksinasi.

Hal ini berarti vaksin ini dapat mencegah dampak Covid-19 yang parah dan rawat inap dari 100 persen populasi yang diteliti.

WHO merekomendasikan pemberian vaksin Sinovac untuk orang berusia 18 tahun ke atas dan sebanyak 2 dosis dalam kurun waktu 2-4 minggu.

Sayangnya, vaksin ini masih belum diketahui apakah dapat efektif untuk digunakan bagi lansia berusia lebih dari 60 tahun.

Meskipun demikian, WHO tidak menetapkan batas usia atas untuk vaksin karena data penggunaan vaksin di berbagai negara menunjukkan efek perlindungan kepada lansia.

WHO juga merekomendasikan negara-negara yang menggunakan vaksin pada kelompok usia tua untuk tetap memantau keamanan dan efektivitas vaksin.

Selain Sinovac, WHO juga telah menerbitkan Daftar Penggunaan Darurat (EUL) untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Sinopharm.

  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya