Mengapa Pemain Bola Selalu Didampingi Anak-Anak ketika Masuk Lapangan?

Rupanya emang udah jadi tradisi dan punya berbagai tujuan, Kawula Muda!

Ilustrasi anak-anak sebagai pendamping pemain ketika memasuki lapangan laga Piala Dunia 2022 (REUTERS)
Fri, 02 Dec 2022


Kawula Muda, kerap melihat anak-anak yang mendampingi pemain sepakbola saat memasuki lapangan? Biasanya, hal tersebut terjadi sebelum pertandingan sepakbola dimulai. 

Nah, hal tersebut disebut sebagai player escort atau pendamping pemain. Adapun tradisi pendampingan pemain oleh anak-anak tersebut telah menjadi bagian dari Piala Dunia selama lebih dari 20 tahun. 

Mengutip laman Your Soccer Home, ternyata terdapat berbagai alasan mengapa anak-anak terlibat dalam pertandingan sepakbola. Alasan tersebut dimulai dari pertandingan yang ramah keluarga, kampanye fair play, hingga kampanye hak anak-anak. 

Sejarah Player Escort

Kehadiran anak-anak di pertandingan sepak bola tersebut mulai muncul pada era 1900-an. Pada 1996, player escort telah tampil di Liga Inggris. Saat itu Wayne Rooney (mantan kapten Manchester United) versi muda juga sempat menjadi pendamping pemain dalam pertandingan antara Liverpool dan Everton. 

Player escort pun menjadi populer sejak ajang Euro 2000. Digelar di Belanda dan Belgia, anak-anak kembali dihadirkan sebagai pendamping masuk para pemain. 

Terkait dengan Piala Dunia, player escort pertama kali hadir pada Piala Dunia FIFA 2002. Diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan, anak-anak tampil dengan kaos “Say yes” FIFA/UNICEF sebelum laga. 

Untuk mendukung hal tersebut, FIFA dan UNICEF memang bekerja sama, Kawula Muda! Bersama-sama, mereka bergerak dalam pemenuhan hak kebutuhan anak-anak maupun ibu di negara berkembang.

Terkait pemenuhan hak anak, UNICEF menyuarakan mereka siap mengampanyekannya lebih lanjut lewat sepakbola. Karena itulah, player escort bertujuan untuk mengingatkan para penggemar bahwa mereka memiliki peran besar dalam membangun dunia yang lebih baik untuk anak-anak. 

Pada era 2000, praktik pengawalan anak-anak untuk setiap pemain mulai gencar dilakukan oleh klub-klub sepakbola Eropa. 

Player Escort Bukan dari Sembarang Anak

Deretan anak-anak sebagai player escort tim Prancis pada Piala Dunia 2022 (REUTERS)

 

Tidak semua anak-anak dapat memiliki kesempatan untuk menjadi player escort. Namun, hal tersebut dapat sesuai dengan kebijakan klub bola maupun negara masing-masing. Di Inggris misalnya. Biasanya, player escort adalah mereka yang berasal dari akademi klub. 

Kemudian, terdapat pula batasan umur player escort. Untuk klub Liverpool batasan umur tersebut yakni 4-11 tahun sedangkan Manchester United hanya memberikan kesempatan pada anak-anak yang berusia 7-11 tahun.

Selain itu, terdapat pula klub yang membuka kesempatan player escort dengan biaya tertentu. Sebuah temuan dari The Guardian pada Desember 2014 mencatat bahwa klub Liga Premier mendapat pemasukan 600 Pound sterling (sekitar Rp 11 juta) untuk memberikan kesempatan anak-anak sebagai player escort. 

Selain berjalan dengan pemain, anak-anak juga akan mendapat junior kit gratis, bola kaki yang ditandatangani, foto bersama, hingga tiket pertandingan. 

Terkait dengan pertandingan besar seperti Piala Eropa (UEFA) maupun Piala Dunia, pemilihan anak-anak sebagai player escort biasanya dilakukan lewat kontes. Adapun konter tersebut mayoritas diadakan oleh para sponsor. 

Misalnya saja pada Piala Dunia 2006 lalu di Jerman. McDonald's sebagai sponsor melakukan seleksi terhadap 1.408 anak-anak untuk menjadi player escort. 

Player Escort Asal Indonesia


Pada laga Piala Dunia 2022, rupanya ada player escort asal Indonesia, loh Kawula Muda! Ia adalah Ulul Albab El Ibrahim yang bertugas mendampingi Portugal saat melawan Ghana pada Kamis (24/11/2022) malam. 

Dikarenakan memiliki postur tubuh terpendek, Ulul berkesempatan untuk memasuki lapangan terlebih dahulu sesuai protokol. Di sisi lain, Cristiano Ronaldo adalah kapten tim Portugal sehingga ia juga harus masuk ke lapangan di urutan pertama. 

Karena itulah, Ulul berkesempatan untuk mendampingi Cristiano Ronaldo pada ajang tersebut, Kawula Muda! Keren dan beruntung sekali ya!

Sementara itu, Ulul merupakan anak Indonesia dari kedua orang tua yang berasal dari Sukoharjo dan Madiun. Namun, mereka pindah ke Qatar karena urusan pekerjaan. 

Setelah tiba di Qatar, Ulul turut bersekolah di negara tersebut. Selain itu, rasa cintanya kepada sepakbola membuat Ulul bergabung dengan klub Al Khor Football Community Junior. 

Berita Lainnya