Indonesia Punya Potensi, Kemenperin Yakin Garap Industri Game Lokal

Kawula Muda, sudah pernah main game lokal?

DreadOut, salah satu game lokal buatan anak bangsa (DreadOut)
Wed, 04 Aug 2021

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan game lokal Indonesia mampu bersaing di pasar global sebagai wujud keseriusan menggarap industri ini.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier percaya bahwa industri game di Indonesia dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

“Apalagi, ada beberapa potensi yang dimiliki oleh Indonesia,” ujar Taufiek.

Taufiek juga menyatakan Kemenperin tengah memperbaiki ekosistem di sektor industri.

“Dengan memperhatikan rantai nilai industri (chain value), akan menghasilkan sebuah ekosistem yang terintegrasi dan menyeluruh,” kata Taufiek pada webinar Bangga Game Buatan Indonesia, Selasa (03/08/2021) mengutip JPNN.

Rantai nilai yang sedang digodok melibatkan beberapa sektor seperti industri komik, animasi, film, game, musik, serta mainan.

“Dalam membangun ekosistem industri konten yang baik, dibutuhkan kolaborasi dan interaksi antar-sektor. Industri berbasis Intellectual Property (IP) dapat saling berkolaborasi dalam pengembangan produk dan IP dengan dukungan investasi baik dari pihak pemerintah maupun swasta,” tambah Taufiek.

Oleh karena itu, Kemenperin juga bekerja sama dengan beberapa pihak lain seperti BUMN, kementerian terkait, dan juga pihak swasta.

Berdasarkan data Newzoo pada 2016-2019, pendapatan industri game di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Pada 2019, Indonesia memperoleh pendapatan sebesar 1,084 miliar dolar AS dari industri gaming dan eSports.

“Dengan capaian tersebut, saat ini Indonesia merupakan pasar industri game terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke -17 dunia. Tercatat pula terdapat 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer,” ungkap Taufiek.

Berita Lainnya