Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 03 2022

    Budaya Turki: Tradisi ‘Sewa Gigi’ untuk Lebaran sejak Masa Dinasti Ottoman

    Lo berminat gak, Kawula Muda?

    Ilustrasi jamuan makan Turki di masa Ottoman (TRTWORLD)

    Tradisi Sewa Gigi’ adalah salah satu tradisi Turki sejak masa Dinasti Ottoman. Namun, Kawula Muda jangan membayangkan tradisi tersebut secara harfiah ya!

    ‘Sewa gigi’ sebenarnya adalah sebuah tradisi pemberian hadiah. Dahulu, setelah tuan rumah mengadakan jamuan makan, ia akan berkata, “Kamu telah menjadi tamuku, kamu telah membuat gigimu lelah dengan memakan makanan yang aku sajikan. Jadi, inilah bayaran untuk gigimu.”

    OttomanIlustrasi budaya Ottoman (UNSPLASH/Boudewijn Huysmans)

     

    Dengan bahasa Inggris ‘tooth rent’ atau sewa gigi, tradisi tersebut adalah saat tuan rumah membagikan hadiah mahal. Hal itu dianggap sebagai harga ‘penyewaan gigi’ karena para tamu telah memakan makanan saat jamuan mereka atau. Hadiahnya pun mewah, mulai dari piring perak, rosario kuning, batu mulia, cincin perak, hingga koin emas. 

    Pada awalnya, kebiasaan tersebut sebenarnya marak dilakukan oleh kaum elite di masa Ottoman. Namun, tradisi tersebut semakin sering dilakukan oleh jajaran menengah birokrasi militer hingga sipil. Orang-orang kaya pada masa itu juga tak jarang ikut memeriahkan tradisi tersebut. 

    Para perwira dengan pangkat rendah pun mulai menganggap telah menjadi salah satu tugas mereka untuk datang ke jamuan makan malah dan menerima hadiah ‘sewa gigi’ tersebut. 

    Adapun makanan pada masa itu memang banyak yang keras. Misalnya saja buncis yang dikatakan keras seperti logam. Bahkan, ada pula sejarawan yang mengatakan tak jarang tuan rumah memasukkan potongan emas berbentuk buncis ke dalam nasi saat dimasak dalam kuali besar. 

    Adapun hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan tingkat kekayaan dan kemurahan hati mereka kepada orang-orang terdekat. 

    Sayangnya, seiring dengan modernisasi zaman, kebiasaan tersebut sudah mulai pudar, Kawula Muda! 

    Editor Team

    COMMENT