Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jan 25 2023

    Orang ‘Good Looking’ Disebut Sulit Jalin Hubungan Jangka Panjang

    Lo tim good looking atau pas-pasan aja asal langgeng nih, Kawula Muda?

    Harry Styles, salah satu pria tertampan versi lembaga Riset The Center for Advanced Facial Cosmetic and Plastic Surgery Inggris memiliki lebih dari 10 mantan pacar (INSTAGRAM/HARRY STYLES)


    Paras tampan dan wajah cantik seseorang memang mudah membuat iri. Akan tetapi, apakah persepsi lo masih sama setelah membaca hasil penelitian oleh Christine Ma-Kellams berikut?

    Telah dipublikasikan pada 2017 lalu, penelitian tersebut menemukan bahwa ketampanan dan kecantikan dapat membuat hubungan romantis menjadi cepat selesai. Pada penelitian tersebut, dipertanyakan mengapa banyak artis yang berparas indah kerap mengalami kegagalan rumah tangga. 

    Kita ambil satu contoh, Harry Styles. Sebagai musisi populer, wajah musisi "As It Was" tersebut dinobatkan sebagai salah satu pria tertampan di dunia versi lembaga Riset The Center for Advanced Facial Cosmetic and Plastic Surgery Inggris. Walau memiliki wajah tampan, ternyata tidak menjamin hubungan Harry Styles berlangsung lama, Kawula Muda! 

    Ia bahkan kini memiliki kira-kira 10 mantan pacar dan gebetan. Sebut saja Taylor Swift, Kendall Jenner, Daisy Lowe, hingga Camille Rowe! 

    PutusIlustrasi pasangan yang telah putus (UNSPLASH/KELLY SIKKEMA)

     

    Sebagai informasi, Christine merupakan seorang ahli psikologi sosial di Harvard. Studi tersebut pun dipublikasi pada jurnal Personal Relationships dengan tajuk "Attractiveness and relationship longevity: Beauty is not what it is cracked up to be".

    Dalam jurnal tersebut, terdapat empat eksperimen yang dilakukan. Dua eksperimen pertama mencoba membuktikan apakah terdapat hubungan yang pasti antara paras menarik dengan keberlangsungan sebuah hubungan. 

    Pada percobaan pertama, dua perempuan diminta memberi skor ketampanan terhadap foto-foto buku tahunan sekolah di era 70an dan 80an. Para peneliti pun memeriksa status pernikahan para individu di buku tahunan tersebut. 

    Hasilnya, mereka yang tampan rupanya memiliki angka rata-rata perceraian yang lebih tinggi. Sementara itu, mereka yang dinilai memiliki paras ‘standar’ justru berhasil dalam pernikahan jangka panjang. 

    Percobaan kedua pun memiliki hasil yang serupa. Dua perempuan diminta untuk memberi nilai terkait kemenarikan wajah para selebriti populer versi Forbes. Hasilnya, mereka yang memiliki skor tinggi memiliki usia pernikahan yang lebih pendek, loh Kawula Muda!

    Penelitian pun kembali dilanjutkan. Pada eksperimen ketiga, setengah responden telah memiliki pasangan. Kemudian, para responden tersebut diminta untuk memberi nilai terhadap paras lawan jenis. Hal tersebut dilakukan dengan menunjukkan foto ‘orang cakep’ di pencarian Google. 

    Hasilnya, mereka yang memiliki kondisi fisik yang tampan dan cantik justru menunjukkan lebih banyak ketertarikan kepada target lawan jenis yang diberikan oleh peneliti. Yap! Padahal mereka telah memiliki pasangan, Kawula Muda!

    Eksperimen terakhir pun mencoba untuk menelisik hubungan kepuasan terhadap pasangan dan ketertarikan mereka kepada orang lain. Rupanya, para peserta yang merasa memiliki wajah yang menarik mengaku tidak puas dengan hubungan mereka saat ini.

    “Di empat penelitian, orang yang lebih menarik secara fisik diprediksi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memutuskan hubungan, jangka waktu hubungan yang singkat, dan penurunan keterlibatan dalam proses pemeliharaan hubungan,” tulis para peneliti di bagian kesimpulan. 

    Disebutkan, eksperimen pertama dan kedua menjelaskan bagaimana individu yang memiliki paras wajah cakep lebih mungkin mengalami pernikahan jangka pendek dan lebih banyak melakukan perceraian. 

    Pada studi ketiga, kesimpulan yang didapat adalah para pemilik wajah cantik dan tampan mengungkap lebih sedikit ‘penghinaan’ kepada teman kencan yang menarik. 

    Kemudian, studi keempat menyimpulkan wajah berparas menarik kerap tidak puas dalam hubungan mereka. Hal inilah yang menyebabkan kemenarikan dalam hal fisik dapat membuat kerentanan hubungan sehingga berlangsung lebih singkat.

    “Mereka yang tidak puas dengan pasangan cenderung memersepsikan alternatif (orang lain) yang menarik (secara fisik) dengan positif, tetapi hanya jika mereka menarik secara fisik.”

    Editor Team

    COMMENT