Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 27 2021

    Pendapatan Anjlok karena Pandemi, Hotel di Bali Diobral!

    Kawula Muda, apa sih yang lo kangenin dari Bali?

    Hotel Bintang 5: Legian Bali (The Stone - Legian Bali)

    Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Akibatnya, banyak sektor pariwisata yang mulai angkat tangan sehingga menutup operasionalnya sampai menjual aset propertinya.

    Hal ini sudah terjadi di beberapa kota-kota yang sebelumnya menjadi destinasi wisata seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, sampai Pulau Dewata Bali.

    Berdasarkan data yang dilansir dari situs jual beli online Lamudi, tercatat 632 hotel di Bali yang mulai diobral dan dibanderol dengan harga mulai dari Rp 15 milliar sampai triliunan rupiah.

    Sekretaris Jenderal Perstauan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan bahwa pelaku industri hotel sudah mati-matian dengan prediksi sektor pariwisata yang anjlok selama lima bulan pertama di 2021 yang memang low season.

    “Masuk Januari, okupansi hotel terjun ke 30%, tadinya meningkat 50% di Desember. Itu diperparah Februari dan Maret, minggu depan bulan puasa lalu lebaran, ini lima bulan lebih diproyeksikan sepi. Nggak ngerti lagi cara bertahan sementara susah cari napas sisa untuk bertahan,” kata Maulana kepada CNBC Indonesia April lalu.

    Strategi Pemerintah

    Untuk mengatasi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa Kemenparekraf/Baparekraf memiliki program hibah pariwisata untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 khususnya di Bali. Per tahun lalu, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 3,3 triliun. Sayangnya, program tersebut belum dijalankan dengan maksimal.

    Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga mendukung peningkatan pariwisata Bali khususnya di the Nusa Dua Bali dengan mencanangkan program Work From Bali.

    Program ini juga sudah disetujui melalui penandatanganan nota kesepahaman dukungan penyediaan akomodasi.

    “Nota kesepahaman ini dibuat sebagai upaya dalam mendukung peningkatan pariwisata The Nusa Dua Bali dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, dan akan berlaku untuk tujuh kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Marves,” jelas Luhut, dilansir dari CNBC.




    Editor Team

    COMMENT