Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Sep 27 2021

    Buat Siswa Pingsan Dengarkan Ceramah, Guru SMP di Sulsel Diduga Alami Gangguan Jiwa

    Kawula Muda, kabarnya Dinas Pendidikan Bone sudah mau memanggil guru ini.

    Ilustrasi kelas (RADAR KUDUS)

    Seorang guru SMP Negeri 3 Boccoe di Bone, Sulawesi Selatan, bernama Usman membuat siswanya mendengarkan ceramah hingga berjam-jam pada Kamis (16/09/2021). Akibat ceramah yang panjang tanpa istirahat, beberapa siswa kelelahan hingga ada yang pingsan.

    Menurut informasi yang beredar di media sosial, Usman mengurung murid-muridnya dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore WITA. Namun, Sekretaris Dinas Pendidikan Bone Nursalam menyatakan bahwa itu tidak benar.

    “Bukan jam tujuh, melainkan guru itu ceramah dari jam sebelas hingga jam tiga sore,” kata Nursalam.

    nursalamSekretaris Dinas Pendidikan Bone, Nursalam (BONEPOS)

    Aksi Usman ini menurut Nursalam membuat para orang tua murid khawatir. Apalagi ruang kelas yang dikunci membuat orang tua berpikir bahwa anak mereka disekap.

    Istri Usman yang bekerja di kantin juga telah meminta Usman untuk memulangkan muridnya.

    "Dia (istrinya) sempat tegur guru agar murid dipulangkan. Tapi, guru ini malah marah dan membanting pintu," ucap Nursalam.

    Dinas Pendidikan mengagendakan pemanggilan Usman

    Kini, Dinas Pendidikan Bone akan mempersiapkan untuk mengadakan pertemuan dengan Usman. Dinas Pendidikan akan meminta keterangan terlebih dahulu kepada tempat ia mengajar.

    “Kita secara kedinasan akan memanggil dia apa betul seperti orang sampaikan (mengalami gangguan kejiwaan),” kata Nursalam mengutip Detikcom, Jumat (24/09/2021).

    Saat pindah ke Bone dari Sulawesi Tengah pada 2016, Usman diduga oleh pihak yang ada di sekitarnya memiliki gangguan kejiwaan.

    “Misalnya begini, dia siapa saja temui pasti dia ceramah, tidak perhatikan kondisi dan situasi, jadi kadang orang tinggalkan dia kalau sudah bosan,” ucap Nursalam.

    Usman juga pernah menolak dan melarang perlombaan azan.

    “Ada kegiatan lomba azan di sekolah itu dia marah, tidak setuju, karena azan bukan untuk dilombakan, tapi untuk memanggil orang salat. Jangan memanggil orang salat katanya jam 9, jam 10,” tutur Nursalam.

    Editor Team

    COMMENT