Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 22 2021

    Hari Pertama Perpanjangan PPKM, Angka Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 Turun

    Wah, semoga selalu ada kabar baik kayak gini ya, Kawula Muda!

    Situasi Rumah Sakit Darurat di Kemayoran, Jakarta (kompas.com)

    Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk daerah Pulau Jawa-Bali dilaporkan mengalami penurunan pada hari pertama perpanjangan PPKM. 

    Hal ini disampaikan Siti Nadia selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan. Menurut Nadia, situasi keterisian tempat tidur atau BOR di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, dan Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan.  

    “Terkait keterisian tempat tidur di tingkat provinsi relatif menurun walaupun sebagian besar provinsi di Jawa-Bali masih di level kapasitas respons yang sama,” ujar Siti Nadia dalam siaran pers PPKM pada Rabu (21/07/2021).

    Untuk BOR di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami penurunan hingga di bawah 80 persen sehingga kapasitas respons perawatan yang tadinya terbatas menjadi level sedang.

    Daerah Jawa Barat dilaporkan alami penurunan angka BOR hampir di seluruh daerah dengan rata-rata berkisar 89 persen jika dibandingkan pekan lalu 79 persen. 

    “Angka tertinggi berada di Kabupaten Ciamis sebanyak 90 persen yang memiliki 118 tempat tidur dan yang terendah adalah Kabupaten Garut sebanyak 46,7 persen yang memiliki 761 tempat tidur,” jelas Nadia. 

    Di Jawa Tengah terjadi penurunan hingga 78 persen dari yang semula 86 persen, kecuali pada Kabupaten Pekalongan terjadi peningkatan dari 77,6 persen menjadi 82,9 persen. 

    Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan relatif tetap, kecuali Kabupaten Kulon Progo yang mengalami penurunan BOR hingga 68 persen. Namun ada peningkatan di Kabupaten Gunungkidul dari 81 persen menjadi 89 persen. 

    Tingkat keterisian tempat tidur di Provinsi DKI Jakarta juga mengalami penurunan. Pada pekan lalu masih berada di angka 92 persen turun menjadi 84 persen dengan distribusi mulai dari 78,5 persen di Jakarta Utara sampai 94,2 persen di Jakarta Barat.

    Editor Team

    COMMENT