Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    May 30 2022

    Imbas Penumpukan Penumpang, Stasiun Manggarai Tambahkan Kereta di Jam Sibuk

    Semoga lo gak ketinggalan kereta ya, Kawula Muda!

    Kereta Rel Listrik (KRL). (INSTAGRAM/MASINIS KRL)


    Kepadatan stasiun Manggarai membuat pihak pengelola akan menambahkan Kereta Rel Listrik (KRL) di jam sibuk. Misalnya pukul 06.30 WIB dan 18.15 WIB. Adapun kebijakan tersebut telah dilakukan mulai Senin pagi ini (30/05/2022). 

    "Pagi ini kita menyiapkan 6 feeder yang kami jalankan mulai pukul 6.30, 7.30 dan kami siapkan ini sekarang ada di 8.00, pukul 18.15 dan kami akan sesuaikan lagi kepadatan stasiun ini sehingga kereta luar biasa ini bisa membantu untuk mengangkut penumpang yang transit sehingga lebih cepat terurai kepadatannya," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, kepada wartawan dikutip dari iNews. 

    KRLKereta Rel Listrik (KRL). (INSTAGRAM/MASINIS KRL)

     

    Sejak Sabtu (28/05/2022) kemarin, rute perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) mengalami perubahan. Adapun perubahan tersebut berlaku di jalur Lintas Bogor/Depok dan Cikarang/Bekasi. 

    Salah satu stasiun yang menjadi titik temu beberapa kereta adalah Manggarai. Hal itu dikarenakan penumpang asal Bogor kini tidak dapat langsung menuju stasiun Tanah Abang, Duri, hingga Jatinegara. 

    Mereka harus turun terlebih dahulu di stasiun Manggarai kemudian melakukan transit ke kereta yang melayani rute menuju Tanah Abang, Angke, hingga Jatinegara. 

    Menurut Anne, penambahan kereta tersebut bisa menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi kepadatan stasiun. Ia pun turut mengingatkan penumpang untuk menggunakan tangga agar tidak terjadi penumpukan penumpang kala menunggu lift dan eskalator. 

    Sementara itu, Stasiun Manggarai memang tengah berbenah fasilitas karena akan menjadi titik temu tiga jenis kereta. 

    “Stasiun Manggarai memiliki dua sisi, sisi dalam dan luar. Untuk sisi dalam sendiri sudah luar biasa baik. Akan tetapi permasalahannya ada daya dukung sekitar seperti parkir, akses jalan, dan sebagainya,” kata Ketua Bidang Advokasi dan kemasyarakatan Transportasi Indonesia Pusat, Djoko Setijowarno, dikutip dari Tempo pada Senin (30/05/2022). 

    Editor Team

    COMMENT