Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Dec 23 2021

    Jadi Joki Vaksin, Pria Ini Akui Telah Divaksin Hingga 16 Kali

    Kalo menurut kamu mungkin enggak sih, Kawula Muda?

    Ilustrasi vaksin. (PEXELS)

    Abdul Rahim, seorang warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengaku telah mendapat suntikan vaksin 16 kali karena menjadi joki untuk 14 orang.

    Ia mengakui hal tersebut lewat video yang tersebar di media sosial.

    “Saya telah melakukan vaksinasi 14 orang pengganti vaksinasi. Adapun suntikan yang saya terima ada 16 kali," kata Abdul Rahim dalam videonya, Senin (20/12/2021).

    Ia juga mengatakan mendapat upah sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu setiap kali mendapat suntikan. Ekonomi memang menjadi alasan utama Abdul mau menjadi joki vaksin. Upahnya sebagai kuli bangunan masih kurang untuk menghidupi kehidupan sehari-sehari. 

    Walaupun begitu, kebenaran pengakuan Abdul Rahim tersebut masih di dalam tahap penyelidikan polisi.

    "Sementara masih dalam penanganan dan penyelidikan oleh Satreskrim untuk ditindaklanjuti," tutur Kapolres Pinrang, AKBP Arief Sugiarto dikutip dari CNNIndonesia.com. 

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi, juga menyatakan hal serupa. Ia mengakui tidak pernah menerima informasi dari petugas vaksin mengenai kejanggalan dalam proses vaksin di Kecamatan Mattiro Bulu, Pinrang. 

    "Pengakuannya kan harus dibuktikan dulu kebenarannya," kata Puspita dalam keterangan tertulisnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/12/2021) dikutip dari IDNTimes. 

    Ia mengatakan meragukan keterangan Abdul karena proses administrasi vaksinasi yang cukup ketat. Hal itu dikarenakan dibutuhkan KTP maupun KK yang akan diskrining oleh petugas puskesmas sebelum memberikan dosis vaksin. 

    Selain itu, Puspita ternyata telah berkoordinasi dengan keluarga Abdul yang merupakan warga Kecamatan Mattiro Bulu. Menurut kabar, Abdul adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

    "Ini menurut keluarganya memang orang yang ada (dugaan) gangguan jiwanya," tambahnya. 

    Editor Team

    COMMENT