Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 15 2020

    Kenapa Nama Provinsi Jawa Barat Perlu Diubah Menjadi Provinsi Sunda?

    Kawula Muda setuju, enggak?

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan KASAD Jenderal Andika Perkasa di Gedung Sate menyemangati Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat. (INSTAGRAM/ridwankamil)

    Wacana mengubah nama Provinsi Jawa Barat sebenarnya bukan hal yang baru. Kami mencatat sudah sejak 20 tahun lalu usulan ini ada di media massa, yaitu pada 2000 di radarcirebon.com, 2009 di okezone.com, dan 2012 di Tribun Jabar.

    Terbaru, usulan ini muncul kembali dalam diskusi "Dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda" di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/10/2020).

    Ketua SC Kongres Sunda Andri Perkasa Kantaprawira mengaku akan menyurati Presiden Joko Widodo terkait penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda.

    Lalu apa alasan para tokoh Sunda untuk mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda?

    Eni Sumarni, anggota DPD perwakilan Jabar, menerangkan bahwa nama Sunda dari dulu sudah ada di peta dunia. Ia khawatir bila nama ini tidak digunakan, Sunda bisa tergerus dan semakin menghilang.

    Hal ini mendapat banyak perhatian baik dari masyarakat hingga politikus. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memberikan pendapat terkait usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat ini.

    Menurut dia, secara fundamental pemilihan Jawa Barat sebagai nama provinsi juga bukan dikarenakan daerah ini berada di pulau Jawa bagian paling barat. Sebab, secara letak geografi yang ada di paling barat pulau Jawa adalah Provinsi Banten.

    Ia menegaskan, penamaan provinsi Sunda tidak bisa disamaratakan dengan mayoritas adat Sunda di daerah ini. Sebab, di Jawa Barat memiliki banyak budaya, seperti Cirebonan, Betawi dan Sunda Priangan.

    Masing-masing dari kebudayaan tersebut punya ciri khas tersendiri, termasuk dalam bahasa. Dengan demikian, adat dan budaya Sunda tidak serta merta dipahami seluruh warga Jawa Barat.

    Nah, kalau kamu setuju atau enggak nih?

    COMMENT