Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Apr 11 2022

    Jokowi Tegaskan Pemilu Tetap Dilaksanakan di 2024, Masa Aksi Pindah Demo ke DPR

    Mulai pertengahan bulan Juni 2022, pemilu sudah berjalan.

    Presiden Joko Widodo. (Dok. BIRO PERS)


    Presiden Joko Widodo, membuka suara terkait aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang melakukan demo di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat.

    Melalui laman Sekretariat Kabinet Republik Negara, Jokowi menerangkan terkait pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak yang sudah ditetapkan.

    "Saya kira sudah jelas, semuanya sudah tahu bahwa pemilu akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024," terangnya dalam keterangan tersebut, Senin, (11/04/2022).

    Jokowi juga menegaskan, pemerintah tidak menunda untuk melakukan pemilu atau perpanjangan jabatan.

    "Jangan sampai ada spekulasi yang seperti itu, Jelas, bahwa kita telah sepakat pemilu dilaksanakan tanggal 14 Februari dan pilkada dilaksanakan nanti di November 2024, sudah jelas semua," tutur Jokowi.

    DEMONSTRANIlustrasi aksi unjuk rasa. (FREEPIK)

     

    Nantinya, pemilu sudah dimulai di pertengahan bulan Juni 2022. Hal ini berdasarkan dengan ketentuan undang-undangnya 20 bulan sebelum pemungutan suara.

    Terkait dengan itu, koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal menggeser lokasi demo lantaran para mahasiswa kini ingin menuntut anggota DPR agar tidak menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode atau menunda pelaksanaan pemilu.

    Aksi mereka berpindah tempat ke depan gedung DPR/MPR yang terpantau telah dipenuhi mahasiswa sejak pukul 13.00 WIB. Arus lalu lintas pun sempat tersendat dan dialihkan ke beberapa titik tertentu.

    Di samping itu, masa aksi dari aliansi BEM memiliki 4 tuntutan, di antaranya:
    1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

    2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2022.

    3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau massa jabatan 3 periode.

    4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan Mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab.

    Editor Team

    COMMENT