Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Sep 21 2022

    Karena Alergi, Gadis Ini akan Merasa 'Terbakar' jika Tubuhnya Terkena Air

    Bahkan, dia alergi sama air matanya sendiri, Kawula Muda!

    Sadie Tessmer, gadis yang memiliki alergi air di tubuhnya (DAILY MAIL)


    Seorang gadis di Buffalo, Missouri, Amerika Serikat, memiliki alergi yang tidak umum, nih Kawula Muda. Kulit badannya tidak bisa terkena basah dan bisa gatal-gatal merah, yang terasa seperti 'disiram dengan bensin dan dibakar'.

    Gadis bernama Sadie Tessmer ini mengalami urticaria aquagenic yang ia alami pada akhir tahun 2019, kulitnya menjadi merah dan terasa sakit setelah mandi.

    Melansir dari Daily Mail, Rabu (21/09/2022), sejak Sadie didiagnosis alergi terhadap air. Ia harus meninggalkan olahraga favoritnya, sepak bola, bahkan tidak ikut kelas pendidikan jasmani di sekolahnya, karena olahraga membuatnya berkeringat dan bisa menimbulkan gejala.

    Sadie sebelumnya tidak memiliki masalah dengan air dan tidak menyukai apa pun selain berenang, bermain sepak bola, atau pergi ke pantai hingga akhir 2019.

    "Kadang-kadang, rasanya seperti seseorang menuangkan bensin ke tubuhku dan membakar aku, rasanya gatal," ungkap Sadie.

    Sadie TessmerSadie Tessmer, gadis yang memiliki alergi air di tubuhnya (DAILY MAIL)

    "Aku selalu mendapat reaksi ini ketika aku mandi atau mencuci tangan, atau bahkan menangis atau berkeringat."

    Parahnya lagi, air mata yang dikeluarkan olehnya juga bisa membuat alergi kulitnya muncul, Kawula Muda.

    "Ini akan sangat menyakitkan sehingga aku mulai menangis dan itu membuatnya lebih buruk karena aku alergi terhadap air mata aku sendiri yang membuat aku stres.

    Di musim panas ini, dia terpaksa berdiam di rumah dan menghindari alam bebas serta pantai jika cuaca panas dan lembap membuatnya berkeringat.

    Walau ia alergi dengan air, Sadie masih bisa minum air tapi harus melalui sedotan karena jika menyentuh bibir, kulitnya bisa pecah dan memunculkan ruam.

    Alergi yang diderita gadis 14 tahun ini, sebenarnya sangat jarang terjadi. Rata-rata hanya sekitar 100 orang atau kurang dari satu dari 230 juta terpapar di seluruh dunia.

    Sejauh ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan alergi Sadie, Sang ibu, Amber Salle, pun mengharapkan, para peneliti bisa menemukan obat yang tempat penyembuhan buah hati.

    "Ini sangat mematahkan hatiku sebagai orang tua yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk anaknya yang sedang sakit," kata Amber.

    "Semoga, aku harap, para peneliti bisa menemukan obatnya, agar bisa memastikan Sadie bisa sehat dan beraktivitas seperti yang ia inginkan."

    Editor Team

    COMMENT