Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Dec 02 2022

    Mengapa Orang Kaya seperti Elon Musk sering Bertindak Aneh?

    Mulai dari si Elon Musk, Zuckerberg, sampai Kanye West.

    Elon Musk (NBC NEWS)


    Pernah terpikirkan di benak lo enggak, Kawula Muda, kenapa orang kaya cenderung bertindak dengan perilaku yang aneh? Salah satu contohnya adalah Elon Musk.

    Baru-baru ini, nama Elon Musk ramai diperbincangkan oleh warganet baik di Indonesia dan Amerika. Hal ini bermula dari ia yang memulai jabatannya setelah mengakuisisi Twitter.

    Elon memutuskan bahwa pengguna Twitter yang terverifikasi untuk harus membayar 20 dollar AS atau Rp 314.000. Bagi mereka yang ingin membuat akunnya jadi terverifikasi pun, juga wajib membayar dengan nominal yang sama. Mulai dari sini, sosial media Twitter menuai banyak kritik.

    Selain itu, karyawan Twitter memutuskan untuk resign setelah mendapat ultimatum dari Elon Musk yang menginginkan mereka kerja ekstra keras.

    Pemilik media sosial ini juga melakukan pemecatan kepada karyawan Twitter, bahkan CEO Twitter, Parag Agrawal; Chief Financial Officer, Ned Segal; dan kepala urusan hukum dan kebijakan Vijaya Gadde, sosok di balik pemblokiran Presiden AS, Donald Trump.

    Elon MuskElon Musk (THE NEW YORK TIMES)

    Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (21/11/2022), Elon Musk juga memecat insinyur perangkat lunak Twitter Eric Frohnhoefer melalui sebuah cuitan. 

    Keputusan ini diambil kurang dari sebulan Elon mengakuisisi perusahaan Twitter senilai 44 dollar AS atau sekitar Rp 680 triliun.

    Tindakan aneh yang dilakukan oleh Elon ini semakin menjadi usai ia memiliki Twitter. Elon pun mengetahui tentang komentar warganet atas hal ini, loh. 

    Dirinya menanggapi berita pemecatan dan mengatakan permohonan maaf. "Saya ingin meminta maaf karena telah memecat para jenius ini. Bakat mereka yang luar biasa tidak diragukan lagi akan sangat berguna di tempat lain," ujarnya, dilansir dari The New York Times.

    Tindakan Elon Musk yang Enggak Habis Pikir

    Bukan hanya aksinya yang memecat para karyawan hebat di Twitter, ada tindakan lain dari Elon Musk yang benar-benar di luar nalar.

    Pemilik Tesla dan Space X ini pernah menenteng wastafel saat memasuki kantor pusat Twitter di San Fransisco, Amerika Serikat pada Oktober lalu.
    Elon mengunggah dirinya itu di akun Twitternya dengan caption "Masuk ke kantor Twitter - mari kita renungkan!"

    Sebenarnya, tidak jelas apa maksud dari Elon dengan membawa wastafel ke kantor Twitter. Beberapa berspekulasi ini adalah simbol yang menandakan ia akan terlibat di Twitter.

    Berdasarkan laman Kompas, ada juga yang bilang jika wastafel itu adalah idiom bahasa Inggris: "Everything but the kitchen sink". Artinya, sebanyak mungkin barang-barang rumah tangga disumbangkan untuk Perang Dunia II, termasuk semua logam, untuk digunakan sebagai gudang senjata AS. Tapi, wastafel dapur dari keramik dan besi cor tua umumnya tetap terpasang, dianggap terlalu berat dan menyusahkan. Lalu, Elon malah membawanya ke kantor.

    Menghancurkan ponsel ternyata juga di lakukan pria 51 tahun, Kawula Muda. Sebuah dokumen oleh Business Insider, karyawan SpaceX mengatakan Elon sering menghancurkan ponselnya untuk tujuan keamanan dan menggantikannya dengan yang baru.

    "Untuk tujuan keamanan, Elon secara teratur mengubah perangkat selulernya, di mana device yang lamanya dicitrakan, dihapus bersih, dan disimpan, atau dihancurkan," itulah yang tertulis dalam pernyataan, mengutip laman iNews.

    Walau terdengar aneh, Security Engineer untuk perusahaan riset CheckPoint, Maya Levine mengutarakan, tindakan Elon ini ada baiknya untuk menghindari peretasan data.

    Mark Zuckerberg dan Kanye West pun sama Anehnya

    Orang kaya lain yang sering melakukan hal-hal aneh juga didapati dari Mark Zuckerberg serta Kanye West.

    Saham di Meta (sebelumnya Facebook) telah kehilangan dua pertiga nilainya dalam satu tahun terakhir, menurunkan valuasi perusahaan dari 1 dollar triliun AS menjadi 268 miliar dollar AS atau Rp 4 miliar.

    Semua tetap berjalan lancar hingga Mark mengumumkan bahwa Meta tidak mampu untuk terus membayar semua karyawannya dalam ekonomi yang memburuk, bahkan ia sempat menyuruh untuk karyawannya berhenti, mengutip dari Inc.

    via GIPHY

    Sementara itu, selebritas sekaligus rapper Hollywood, Kanye West. Mantan suami Kim Kardashian ini, membeli platform media sosial konservatif, Parler.

    Langkah ini dilakukan setelah Ye diblokir dari Twitter dan Instagram lantaran membuat pernyataan antisemisme: "go death con 3 on JEWISH PEOPLE." Sikap tersebut merupakan prasangka atau kebencian terhadap Yahudi.

    Pada akhirnya, saat Paris Fashion Week beberapa bulan lalu, merek ternama seperti Adidas, Gap, dan Balenciaga membatalkan kemitraan mereka dengan Ye. Tuh kan...

    via GIPHY

    Kenapa Orang Kaya Suka Seenaknya?

    Orang-orang seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Kanye West selalu disorot publik. Ketiganya adalah seorang miliarder, dan terkadang percaya diri bahwa mereka tak pernah mengalami kegagalan.

    Dilansir dari Inc, menjadi seorang miliarder, apalagi jika mereka sudah terlahir kaya, segala hal bisa menjadi buta. Bahkan kekayaan bisa membutakan kesalahan mereka.

    Mark Zuckerberg memiliki penguasaan Meta yang mutlak, jadi dia bisa terus bertaruh di metaverse selama yang dia mau. Dalam jangka panjang, visinya terbukti benar.

    Sementara itu, dia dapat merusak valuasi Meta di pasar keuangan, dan perusahaan itu sendiri. Tetapi, perbuatannya ini mungkin tidak akan membuatnya berhenti berbuat 'seenaknya'. Di sisi lain, ia tidak bisa dipecat atau didisiplinkan, jadi tidak ada orang lain di Meta yang bisa menghentikannya juga.

    Adapun Elon Musk, dia jelas tidak terlalu khawatir tentang apa yang orang pikirkan tentangnya padahal dia bisa saja kehilangan banyak uang di Twitter. 

    Memang, dia mengatakan dalam Tweet bahwa dia tidak membeli perusahaan untuk menghasilkan uang, tetapi karena "penting bagi masa depan peradaban untuk memiliki alun-alun kota digital bersama."

    Dia juga tampaknya tidak menyadari bahwa jika satu orang yang kuat memiliki kendali mutlak atas ruang nyata atau digital dibanding dirinya.

    Studi yang dijalankan oleh Ekonom dan Psikolog Jerman yang melibatkan 130 orang kaya dengan nama "Big Five Test" menghasilkan pola sebagai berikut:

    1. Orang kaya lebih stabil secara emosional

    2. Orang kaya adalah extraverted.

    3. Orang kaya lebih terbuka untuk hal baru. 

    4. Orang kaya kurang menyenangkan.

    5. Orang kaya cenderung lebih teliti.

    Selain itu, orang kaya dinilai lebih narsis dan lebih 'keras'.

    Lalu yang menariknya, mereka memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi kekalahan. Orang kaya akan mencari apa yang salah dalam diri mereka sendiri, bukannya melihat apa yang terjadi di luar apalagi menyalahkan orang lain. Hal ini yang membuat mereka merasa memiliki kekuasaan. 

    Editor Team

    COMMENT