Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 26 2020

    Mengenal Varian Covid-19 Baru yang Ditemukan di Inggris, Apa Gejalanya dan Apakah Lebih Berbahaya?

    Hai Kawula Muda, taat protokol kesehatan adalah bukti peduli diri sendiri dan orang sekitar.

    Ilustrasi virus corona bermotif bendera Inggris. (FREEPIK)

    Belakangan tengah ramai pemberitaan tentang varian baru Covid-19 di Inggris yang telah ditemukan di sejumlah negara, termasuk Singapura lewat seorang pelajar yang baru saja kembali dari Inggris.

    Penyebaran varian yang cepat telah menyebabkan diberlakukannya pembatasan yang lebih ketat di beberapa negara, termasuk melakukan larangan perjalananan dari dan ke Inggris.

    Hal itu dikaitkan setelah para ahli mengatakan varian baru lebih mudah ditularkan daripada yang sebelumnya.

    Apa itu strain/varian Covid-19 baru?

    Dilansir The Scotsman, anggota parlemen UK, Matt Hancock, mengatakan kepada anggota parlemen pada Senin (14/12/2020) bahwa varian baru Covid-19 telah diidentifikasi dan menyebar di beberapa wilayah negara.

    Strain baru pertama kali terdeteksi pada September 2020. Pada November 2020, sekitar seperempat kasus virus corona di London adalah variannya. Saat ini, virus tersebut telah menyumbang hampir dua pertiga kasus di kota.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendapat laporan tentang mutasi virus tersebut.

    COVID-19 INGGRISIlustrasii tenaga medis memegang bendera Inggris. (FREEPIK)

     

    Dari mana varian baru berasal?

    Varian baru ini pertama kali terdeteksi pada Oktober 2020 oleh Covid-19 Genomics UK (Cog-UK). Strain baru ditemukan dalam dua sampel yang dikumpulkan dari Kent di London pada 20 dan 21 September 2020.

    Ahli virologi menduga, beberapa mutasi terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan yang sangat tertekan (rendah). Hal itu memungkinkan terkena virus selama berminggu-minggu dan kemudian menginfeksi orang lain.

    Apakah lebih menular?

    Varian baru telah menyebar dengan cepat di London dan Inggris Tenggara, dan menjadi varian yang dominan.

    Penyakit itu bertanggung jawab atas 62 persen infeksi di London sampai 9 Desember 2020, dan sekarang telah ada di Skotlandia, Wales, dan seluruh Inggris.

    Karena telah menyebar dengan cepat, para ilmuwan percaya varian baru lebih menular, bahkan diperkiranan 70 persen lebih menular.

    Angka itu juga yang dijadikan rujukan c ketika berbicara tentang strain baru. Namun, Profesor Neil Ferguson mengatakan ada “bukti kuat” yang menyatakan bahwa varian baru itu 50 persen lebih menular disbanding virus sebelumnya.

    Bisakah menginfeksi anak-anak?

    Prof Neil yang juga anggota The Government’s New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NervTag) mengungkapkan, varian baru ini dapat menginfeksi anak-anak dengan lebih mudah.

    Ia mengatakan, menurut data terbaru ada “petunjuk” bahwa virus ini memiliki kecenderungan lebih tinggi utnuk menginfeksi anak-anak.

    Namun, ia juga memperingatkan bahwa masih dibutuhkan lebih banyak data untuk menyimpulkan lebih jauh.

    Dapatkah tes Covid-19 mendeteksi strain baru?

    Kepala Petugas Medis Inggris Profesor Chris Whitty mengatakan bahwa tes usap standar yang berlaku saat ini dinyatakan dapat mendeteksi varian virus baru.

    Namun demikian, masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti apa yang akan dilakukan strain baru tersebut.

    COVID-19 INGGRISIlustrasi orang menggunakan masker motif bendera Inggris. (FREEPIK)

        

    Bisakah menyebabkan gejala yang lebih serius?

    Saat ini masih belum ada bukti yang menunjukkan bahwa jenis baru virus corona ini dapat menyebabkan gejala lebih serius atau berbeda dari varian sebelumnya.

    Namun, karena varian baru dapat menginfeksi dengan lebih cepat, itu akan menyebabkan banyak orang dirawat di rumah sakit.

    Para ilmuwan butuh melakukan studi dan mengumpulkan informasi tambahan tentang strain baru untuk dapat menentukan adakah perbedaan gejala yang terkait varian baru ini.

    Apakah varian baru menanggapi vaksin?

    Matt Hancock mengatakan, saran klinis sejauh ini menunjukkan bahwa sangat tidak mungkin strain baru tidak menanggapi vaksin.

    Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin mengatakan kepada Bild TV bahwa ia yakin vaksin Pfizer/BioNTech akan tetap efektif melawan strain baru. Tetapi, perusahaannya masih akan menyelidiki varian tersebut selama beberapa hari mendatang.

    Hingga saat ini, masih diperlukan banyak data dan penelitian atas varian baru ini. Namun, karena terbukti lebih mudah menular, itu akan berdampak semakin banyak pasien yang butuh perawatan medis alias rumah sakit semakin penuh.

    Mari saling peduli dan menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar dengan terus taati porokol kesehatan.

    Tetap semangat!

    Editor Team

    COMMENT