Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Nov 13 2020

    Menilik Manshiyat Naser, Kota Sampah Terbesar di Dunia

    Kawula Muda, dibandingkan dengan Manshiyat Naser, TPU Bantar Gebang enggak ada apa-apanya!

    Kota Manshiyat Naser, Mesir. (NAVIRI)

    Manshiyat Naser, sebuah kota di pinggiran Bukit Moqattam di wilayah Kairo, Mesir, dijuluki sebagai Garbage City atau Kota Sampah.

    Tumpukan sampah tersebut berasal dari sebagian Kota Metropolitan di Kairo yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Hal ini sudah berlangsung kurang lebih selama 70 tahun.

    Yang lebih memprihatinkan, kota ini tidak memiliki saluran pembuangan, air mengalir, maupun listrik untuk digunakan sehari-hari. Kendati demikian, kota ini memiliki banyak penduduk. Sekitar 60.000 orang hidup diwilayah ini.

    Para penduduk kota yang disebut Garbage City ini mempunyai nama khusus. Mereka disebut Zabaleen yang berarti orang-orang sampah.

    Nama ini diberikan karena memang kebanyakan penduduk di Manshiyat Naser bekerja sebagai pemulung.

    Manshiyat Naser, Mesir. 2Manshiyat Naser, sebuah pemukiman kumuh yang terletak di pinggiran Kairo, Mesir. (DORNOB)

     

    Mereka mengumpulkan sampah-sampah dari Kota Kairo lalu mengangkutnya kembali ke Manshiyat Naser. Mereka bahkan mau mengumpulkan sampah dari rumah satu ke yang lain dengan gaji yang murah.

    Walaupun tidak canggih, masyarakat Manshiyat Naser mampu mendaur ulang sampah hingga 90 persen. Padahal, negara-negara barat saja hanya mampu mendaur ulang 20-25 persen dari sampah mereka.

    Setelah didaur ulang, sampah tersebut dijual kembali ke pabrik-pabrik yang ada di Kairo. Dari sana, mereka mendapat uang untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

    Manshiyat Naser, Mesir. 3Sebagian besar penduduk di Manshiyat Naser bermata pencaharian sebagai para pengumpul sampah. (DORNOB)

     

    Pemerintah Kairo sudah beberapa kali berusaha menutup kota ini hingga menyewa tiga perusahaan multinasional untuk mengelola sampah mereka. Namun, ketiga perusahaan tersebut menyerah dan malah menyewa penduduk lokal Manshiyat Naser untuk melakukannya.

    Memang hanya orang Zabaleen yang bisa mengelola sampah di Kairo.

    COMMENT