Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Oct 26 2022

    Menilik Para Pemimpin Negara dengan Masa Jabatan Tersingkat di Dunia, Terakhir PM Inggris Liz Truss!

    Kawula Muda, ada pemimpin negara yang cuma menjabat selama 1 jam.

    Liz Truss, Perdana Menteri Inggris yang mengundurkan diri setelah 45 hari menjabat. (TWITTER/LIZ TRUSS)


    Pengunduran diri Perdana Menteri Inggris, Liz Truss dari jabatannya sangat mengejutkan banyak pihak. Pada Kamis (20/10/2022), Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

    Dalam pernyataannya, ia mengaku tidak mampu membalikan situasi perekonomian negara itu yang mengalami inflasi mencapai di atas 10 persen.

    Truss sendiri diangkat menjadi PM pada 6 September 2022, hanya dua hari sebelum Ratu Elizabeth II meninggal dunia. Dengan pengunduran dirinya tersebut, Liz Truss hanya menjadi kepala pemerintahan Inggris dalam waktu 45 hari.

    Hingga saat ini, Inggris setidaknya telah memiliki lima perdana menteri berbeda-beda dalam waktu enam tahun lebih sedikit. Liz Truss yang menjabat selama 45 hari, tercatat sebagai jabatan paling singkat dalam sejarah politik Inggris.

    Tapi, Liz Truss bukan satu-satunya pemimpin negara dengan masa jabatan tersingkat di dunia, bahkan masa jabatan Liz Truss tergolong cukup lama jika dibanding dengan sejumlah pemimpin dunia lainnya.

    Pemimpin negara dengan masa jabatan tersingkat

    Joseph Goebbels dikenal sebagai menteri propaganda Jerman selama Nazi berkuasa. Joseph Goebbels memimpin selama 1933 hingga 1945. Namun, tidak banyak yang tahu kalau Joseph Goebbels sebenarnya pernah menduduki posisi paling tinggi di pemerintahan Jerman meskipun hanya satu hari saja.

    Hal tersebut terjadi pada 30 April 1945 ketika pimpinan tertinggi Jerman pada saat itu, Adolph Hitler melakukan bunuh diri di ruang bawah tanah di Berlin pada hari-hari terakhir Perang Dunia II di Eropa. 

    Sebagai orang nomor dua setelah Hitler, Goebbels pun langsung naik pangkat jadi kanselir. Tapi, dia justru memilih untuk mengakhiri hidupnya juga dengan melakukan bunuh diri. Goebbels bunuh diri bersama dengan sang istri setelah mereka memberikan racun pada keenam anak mereka dengan menggunakan sianida.

    Jabatan tersingkat lainnya juga dialami oleh William Henry Harrison (1773-1841). Mantan perwira militer itu baru menjabat selama 21 hari sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Setelah itu, ia jatuh sakit karena menderita pneumonia dan meninggal dunia di usia ke-68 tahun. William Henry Harrison pun mendapat penghormatan sebagai Presiden AS pertama yang meninggal dunia ketika masih menjabat dan presiden dengan masa jabatan paling singkat.

    Berbeda lagi dengan apa yang dialami oleh pemimpin di Argentina. Masyarakat Argentina mengalami pergantian presiden sebanyak lima kali hanya dalam waktu dua minggu.

    Pada 2001, Argentina mengalami krisis ekonomi yang menyulut gelombang aksi protes yang berbuntut kekacauan. Setidaknya ada 25 orang meninggal dunia saat aksi protes berlangsung.

    Karena adanya kekacauan politik, Presiden Argentina pada saat itu yaitu Fernando de La Rua memutuskan untuk mengundurkan diri pada 20 Desember. Seharusnya, wakil presiden langsung menggantikan posisi presiden pada saat itu, namun wapres juga memilih untuk mengundurkan diri.

    Posisi presiden kemudian digantikan oleh pemimpin mayoritas di Senat yaitu Ramon Puerta. Dua hari kemudian, Puerta harus meninggalkan jabatannya karena Kongres Argentina menunjuk Adolfo Rodriguez Saa untuk menduduki Casa Rosada yaitu kantor kepresidenan Argentina.

    Namun, Saa juga tidak dapat bertahan lama. Ia hanya memimpin Argentina dalam waktu satu minggu setelah kebijakan ekonomi darurat yang dia usung tidak mendapatkan banyak dukungan.

    Berdasarkan undang-undang yang berlaku, seharusnya Puerta kembali menempati posisi tersebut, tapi dia menolak dan mundur sebagai pimpinan Senat. Kemudian, Ketua DPR Eduardo Camano naik menjadi presiden.

    Tapi, tiga hari kemudian, dia juga mundur dari jabatannya dan digantikan oleh presiden pilihan Kongres, Eduardo Duhalde, yang akhirnya bisa bertahan hingga pemilu 2003.

    Mantan Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee juga memegang rekor masa jabatan tersingkat. Dia hanya berkuasa selama 13 hari pada 1996 karena gagal membentuk koalisi mayoritas menyusul pemilihan parlemen.

    Dia kemudian kembali berkuasa pada 1998, tapi hanya bertahan selama 13 bulan. Atal Behari kemudian menjadi Perdana Menteri India lagi pada 1999 dan berakhir di 2004.

    Pada 1913, sejarah Meksiko mencatat bahwa Pedro Lascurain hanya menjabat sebagai presiden kurang dari satu jam dalam kudeta yang menggulingkan Presiden Francisco Madero.

    Pemimpin negara lainnya yang juga memiliki masa jabatan tersingkat adalah Raja Dipendra Bir Bikram Shah Dev. Walaupun perjalanan Dipendra untuk menjadi raja melewati jalan yang tidak biasa dan mengerikan.

    Pasalnya, pada 1 Juni 2001, Dipendra yang bergelar putra mahkota pada saat itu, menembak mati kedua orang tuanya dan sejumlah anggota keluarga lainnya di lingkungan kerajaan. Aksi mengerikan itu dilakukan Dipendra diduga untuk balas dendam.

    Diduga, keluarganya tidak merestui pernikahannya dengan seorang aristocrat India. Usai membunuh anggota keluarga kerajaan, Dipendra kemudian berusaha untuk mengakhiri nyawanya.

    Namun, usai melakukan bunuh diri dia tidak meninggal seketika dan mengalami koma. Otomatis, secara teknis saat itu Dipendra adalah raja Nepal. Dipendra kemudian meninggal dunia setelah dirawat selama tiga hari.

    Editor Team

    COMMENT