Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jul 07 2022

    Mi Instan dari Indonesia Ditolak Taiwan karena Kandungan Residu Pestisida Tinggi

    Karena kandungan residu pestisida yang tinggi akan berbahaya bagi tubuh manusia, Kawula Muda!

    Ilustrasi mi instan. (FREEPIK)


    Dikarenakan tingkat kandungan residu pestisida yang di atas ambang batas, Taiwan menahan beberapa kapal pengangkut mi instan asal Indonesia. Adapun hal tersebut dilakukan oleh Otoritas Badan Makanan dan Obat-obatan Taiwan alias FDA. 

    Selain dari Indonesia, produk mi instan asal Filipina dan Jepang juga diketahui ditolak oleh negara tersebut. 

    mie instanIlustrasi mie instan. (UNSPLASH)

     

    Mengutip Antara, disebutkan bahwa 19 kapal pengangkut makanan impor ditolak oleh Badan Bea Cukai tersebut. Di antaranya terdapat tujuh kapal yang rupanya mengangkut mi instan dengan total hingga 4,4 ton.

    Di dalam kapal tersebut, terdapat kemasan Mie Sedap asal Indonesia dengan besar total lebih dari 4 ton. 

    Selain itu, Taiwan juga menolak mi instan Luck Me (Filipina) dalam kemasan cup serta cup Acecook (Jepang) untuk masuk ke Taiwan. 

    Sebelumnya, FDA memang meminta petugas bea cukai untuk meningkatkan sampel pemeriksaan makanan impor dari Indonesia, termasuk mi instan. 

    Jika sebelumnya petugas hanya perlu memeriksa 5 hingga 10 persen saja, kini jumlah pemeriksaan mencapai 20 persen. Adapun hal tersebut berkaitan dengan kontaminasi residu yang tinggi dari produk makanan asal Indonesia. 

    Terkait dengan mi instan yang ditolak tersebut, pihak FDA dan Bea Cukai menyatakan akan mengambil langkah mengembalikan atau dimusnahkan. 

    Sebagai informasi, sebuah makanan dapat mengandung residu pestisida yang tinggi apabila disemprot dengan pestisida secara langsung selama proses produksi. 

    Hal itu pun berbahaya, mengingat pestisida dapat membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang. 

    Beberapa efeknya antara lain sakit kepala, sakit perut, muntah, keletihan, perut mual, hingga kerusakan sel-sel hati, ginjal, saraf, sistem imunitas, dan reproduksi. 

    Bahkan, pada tahap ekstrem, kandungan residu pestisida yang tinggi tersebut juga dapat menyebabkan kematian. 

    Editor Team

    COMMENT