Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 15 2020

    Penggunaan Makser Scuba dan Buff Diperketat, Mengapa?

    Kawula Muda, buat kamu yang masih suka pakai masker scuba dan buff, yuk mulai beralih.

    Masker Scuba Info KRL. (INSTAGRAM/commuterline)

    PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan sosialisasi kepada pengguna KRL untuk menghindari penggunaan masker scuba dan buff, pada pada Selasa (15/9/2020).

    Sosialisasi dilakukan di media sosial, salah satunya website krl.co.id, dengan slogan wajib menggunakan masker untuk kesehatan bersama dan Rekan Commuters, pakai MASKER KAIN juga sudah cukup!

    Penegasan penggunaan masker kain menjadi poin penting yang ingin disampaikan kepada para pengguna KRL. Hal ini dianggap penting oleh PT KCI, karena masker scuba maupun buff hanya 5 persen efektif mencegah risiko terpapar virus.

    "Masker kain 2-3 lapis dan masker kesehatan mengurangi penyebaran droplet yang masih mungkin terjadi," ucap VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba.

    Duke University belum lama ini mengeluarkan hasil penelitian bahwa sangat sedikit perlindungan dari paparan virus pada masker buff. 

    Penelitian membandingkan 14 jenis masker untuk diuji mana yang paling bisa menahan laju droplet atau percikan dari pernapasan. Selain buff, jenis masker yang memiliki sedikit perlindungan adalah masker rajutan.

    Adapun masker yang paling efektif dalam penelitian tersebut adalah masker N95 yang biasa digunakan petugas medis.

    Masker scuba atau buff hanya memiliki satu lapis dan yang kurang efektif untuk mencegah terkenanya droplet dan menekan penyebaran virus.

    Disarankan oleh para ahli agar setiap orang tetap menggunakan masker kain yang minimal memiliki dua lapis, dengan pemakaian menutupi hidung hingga mulut.

    Editor Team