Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Oct 31 2022

    Segala Hal Tentang Proyek Kereta Cepat Indonesia yang Belum Selesai

    Hampir 6 tahun sejak mulai dibangun, proyek kereta api cepat di Indonesia terus menuai banyak pertanyaan

    Presiden Jokowi Meninjau Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Bisnis.com)


    Dalam masa jabatannya, pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui memacu pembangunan infrastruktur. Tidak hanya jalan tol, salah satu yang paling mencuri perhatian masyarakat ialah proyek kereta cepat.

    Proyek kereta cepat yang akan segera beroperasi ini rupanya menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara, Kawula Muda. Pembangunan Infrastruktur sendiri diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari satu wilayah ke lokasi lain.

    Namun, proyek yang sudah dimulai beberapa tahun ke belakang tersebut belum mencapai kata selesai. Tidak hanya penambahan rute yang baru-baru ini dibicarakan dan kejelasan kelanjutan proyek, beberapa hal terkait proyek kereta cepat kerap menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat, loh. Kawula Muda, simak segala hal yang perlu lo tahu terkait proyek kereta cepat.

    Fakta-Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Ilustrasi kereta cepatPenampakan Kereta Cepat yang Diprediksi Akan Segera Beroperasi (VOI)


    Sejak awal, proyek kereta cepat dibangun untuk menghubungkan Jakarta-Bandung, Kawula Muda. Kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sendiri memiliki panjang trase 14,3 kilometer dengan tipe struktur layang sepanjang 82,7 kilometer, 13 tunnel dan subgrade. KCJB sendiri akan berhenti di Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Tegalluar. 

    KCJB diklaim dapat memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung, yaitu hanya 36-45 menit saja! Sedangkan untuk Jakarta-Surabaya sekitar empat jam.

    Dengan jalur ganda, KCJB akan menggunakan sistem moving block atau blok bergerak yang dibentuk secara real time oleh komputer untuk menentukan zona aman di sekitar kereta. Diketahui, penggunaan sistem blok bergerak ini akan memaksimalkan kecepatan kereta menjadi 300 km/jam, loh.

    Ambisi Penambahan Jalur sampai Surabaya

    Rencana penambahan jalur kereta cepat mulanya disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kawula Muda. Diketahui, Jokowi berambisi untuk membangun rute Jakarta-Surabaya. Nantinya, para penumpang hanya akan membutuhkan waktu empat jam untuk sampai di Surabaya.

    Untuk jalur Jakarta-Surabaya sendiri, kereta cepat akan melewati Jakarta, Karawang, Bandung, Kertajati, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, dan Surabaya.

    Progres Pembangunan sudah 6 Tahun

    progres kereta api cepatIlustrasi Pembangunan Kereta Cepat yang Dinilai Tidak Kunjung Selesai (Berita Loka)

     

    Proyek kereta cepat sendiri mulai dikerjakan sejak enam tahun lalu, tepatnya tahun 2016. Hingga saat ini, menurut Jokowi, progres pembangunan kereta cepat ini sudah mencapai 88,8%, Kawula Muda. 

    Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pada pertengahan November mendatang Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping akan menyaksikan dynamic test KCJB.

    "Tanggal 16 November jam 4 sore, kira-kira. Itu nanti akan ada dynamic test disaksikan Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping (lewat) Zoom dari Bali," ucap Luhut Minggu (30/10/2022) mengutip Sindo.

    KCJB sendiri diprediksikan akan mulai beroperasi pada 2023 dan pada awal pengoperasian nanti, akan dilakukan 30 perjalanan per hari dengan jam operasional 05.30-22.00 WIB.

    Dari Mana Modal Proyek Kereta Cepat?

    Proyek kereta cepat diketahui merupakan bentuk kerja sama antara BUMN dan konsorsium perusahaan kereta api Tiongkok dengan skema bisnis di transportasi. Salah satu tujuan pemerintah membangun proyek ini adalah untuk menciptakan titik baru pertumbuhan ekonomi dengan nilai investasinya sekitar Rp 85 triliun!

    Sejak awal, proyek ini menjadi perbincangan karena dibiayai oleh APBN, Kawula Muda. Perencanaan dana yang turut menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut rupanya tidak hanya mengandalkan APBN, namun turut menggandeng investor yang akan mendanai proyek tersebut.

    Faktanya, dalam proposal penawaran awal oleh Pemerintah China pada 2015, mereka hanya menawarkan biaya pembangunan proyek sebesar 5,13 miliar dolar AS. Sehingga, dalam prosesnya, terjadi pembengkakan biaya proyek dan anggaran pembangunan yang dibutuhkan pun ikut naik.

    Namun, terkait pembengkakan biaya, Luhut mengatakan sudah tidak ada masalah. "Saya rasa tidak ada masalah ya. Overrun cost sudah bisa diatasi sesuai proporsi dan pinjaman," pangkasnya. 

    Proyek Kereta Cepat, Untuk Siapa?

    Keberadaan KCJB dinilai dapat mempercepat dan meningkatkan mobilitas orang maupun barang. Diprediksi, akan ada pertumbuhan titik-titik baru di Jakarta, Bandung, dan Kabupaten Bandung dengan nilai investasi yang tinggi.

    Mengutip Detik, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai bahwa proyek KCJB penting dan krusial, terutama untuk sektor transportasi publik di Indonesia di masa depan. Tidak hanya itu, proyek ini dinilai merupakan proyek dampak panjang yang akan dirasakan masyarakat mulai 15 tahun ke depan.

    Bagaimana pendapat lo tentang proyek ini, Kawula Muda?

    Editor Team

    COMMENT