Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Feb 04 2022

    Seorang Perempuan Jadi Korban Pemerkosaan di Metaverse Facebook

    Katanya, perempuan itu langsung di perkosa beramai-ramai sewaktu memasuki Metaverse, Kawula Muda.

    Perempuan ini mengaku diperkosa beramai-ramai di Metaverse Facebook. (unsplash/julientromeur)

    Dunia virtual ternyata sama menyeramkannya dengan dunia nyata. Seorang perempuan mengaku ramai-ramai diperkosa saat sedang mencoba masuk ke dunia virtual ciptaan Facebook, atau lebih dikenal dengan nama Metaverse Facebook.

    "Baru semenit masuk Metaverse, saya dapat pelecehan verbal dan seksual oleh 3 sampai 4 avatar laki-laki. Mereka memerkosa avatar saya dan mengabadikan kejadiannya," ucap Nina Jane Patel, seorang ibu berusia 43 tahun yang tinggal di London, kepada blog Medium.

    Nina mengunggah cerita kejadian tersebut pada Desember lalu, namun berita tersebut baru saja naik ke permukaan belum lama ini. Ia mengatakan beberapa avatar mengatakan kepadanya untuk tidak pura-pura tidak menikmatinya sewaktu avatar Nina berusaha melarikan diri.


    Nina mendeskripsikan kejadian tersebut sebagai suatu mimpi buruk walaupun terjadi secara virtual. Reaksi yang didapatkan tidak jauh dari dunia nyata. Ia membeku dan tidak bisa melakukan apa-apa karena dirinya kaget.

    Seorang penguji beta melaporkan kepada The Verge bahwa avatarnya diraba tanpa persetujuannya. Pelecehan seksual merupakan salah satu masalah paling serius yang dibicarakan di internet. Namun, adanya Virtual Reality (VR) membuat semuanya menjadi lebih intens.

    Vivek Sharma, selaku wakil presiden Horizon, menyatakan perasaannya mengenai kejadian tersebut. Ia menilai bahwa hal tersebut dapat terjadi karena penguji beta tidak mengaktifkan fitur keamanan yang mereka miliki. Walau begitu, Vivek menganggap hal ini dapat menjadi pelajaran bagi Horizon maupun bagi pengguna Metaverse.

    Cerita Nina pun menjadi perbincangan di media sosial. Netizen memberikan tanggapan terhadap kasus pelecehan virtual tersebut. Banyak yang merasa prihatin dan kasihan terhadap dirinya. Tapi ada juga yang menilai bahwa kisah tersebut hanyalah bualan Nina.

    Terkait hal tersebut, juru bicara Meta menyatakan bahwa pihaknya menyesali kejadian yang dialami Nina. Ia mengatakan Horizon Venues ingin semua orang di dunia virtual nya untuk mendapatkan pengalaman positif.

    Ia mengimbau semua pengguna untuk mengaktifkan alat keselamatan yang dapat membantu orang seperti Nina, serta membantu Meta menyelidiki dan mengambil tindak lanjut untuk pelaku pelecehan.


    Editor Team

    COMMENT