Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Oct 21 2021

    Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Berhasil Dilakukan di AS, Kok Bisa?

    Kawula Muda, penemuan ini bisa jadi solusi baik untuk masa depan, nih!

    Ilustrasi babi. (PIXABAY)

    Kawula Muda, seorang ilmuwan Amerika Serikat akhirnya berhasil menguji transplantasi ginjal babi untuk pertama kalinya ke manusia.

    Momen pertama kali dalam sejarah tersebut terjadi di NYU Langone Health, New York City, AS. Kesuksesan transplantasi tersebut tentunya bisa menjadi solusi bagi kelangkaan stok transplantasi ginjal.

    Melansir CNNIndonesia, ginjal babi yang digunakan juga tak sembarangan. Mereka menggunakan babi yang secara genetik sudah melalui berbagai penyesuaian.

    Babi tersebut digadang-gadang tidak memiliki molekul jahat yang bisa memicu penolakan dari tubuh manusia.

    Reuters mengatakan bahwa uji coba tersebut dilakukan pada pasien yang mengalami brain dead atau mati otak yang disertai tanda-tanda disfungsi ginjal sebelum alat penunjang hidupnya dicabut.

    Ilustrasi transplantasi ginjalIlustrasi transplantasi ginjal. (PIXABAY)

     

    Tiga hari lamanya, ginjal tersebut ditempel pada pembuluh darah pasien—tetapi berada di luar tubuh—untuk memberi akses bagi peneliti.

    Hasilnya, Robert Montgomery yang merupakan seorang ahli bedah transplantasi mengatakan fungsi ginjal tersebut tampak sangat normal.

    Pun ginjal baru tersebut berhasil memproduksi urine seperti seharusnya. Sementara itu, level kreatinina yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat pemburukan fungsi ginjal pun berangsur kembali normal.

    Melansir CNNIndonesia, transplantasi ginjal pada mulanya hanya bisa dilakukan dengan menyisipkan ginjal manusia yang masih sehat pada pasien penderita gagal ginjal.

    Pun di AS sendiri, terdapat setidaknya 107 ribu pasien yang menunggu antrean transplantasi ginjal, dengan 90 ribu pasien di antaranya merupakan pasien gagal ginjal.

    Umumnya, pasien gagal ginjal baru mendapat gilirannya pada 3 hingga 5 tahun. Namun, dengan penemuan kali ini, tentunya AS berharap tak ada lagi pasien yang harus menanti begitu lama.

    Semoga benar-benar jadi solusi kelangkaan stok transplantasi ginjal, ya, Kawula Muda!

    Editor Team

    COMMENT