Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Feb 08 2021

    Vaksin Sinovac Untuk Lansia Dimulai Hari Ini, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

    Hai Kawula Muda, akhirnya vaksin Sinovac dinyatakan aman diberikan pada lansia.

    Ilustrasi dokter memegang vaksin. (FREEPIK)

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Emergency Use Authorization (UEA) dan menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac-BioTech, CoronaVac, untuk lansia pada Jumat (5/2/2021).

    Berdasarkan keputusan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Sadikin mengatakan bahwa pemberian untuk lansia dengan prioritas para tenaga kesehatan (nakes) akan dimulai Senin (8/2/2021).

    “Mulai besok hari Senin jam 9, vaksinasi untuk orang-orang dengan usia di atas 6-0tahun bisa kita mulai dengan prioritas pertama adalah tenaga Kesehatan,” kata Menkes Budi pada Minggu (7/2/2021).

    Menkes juga mengatakan, tenaga Kesehatan berusia 60 tahun ke atas mendapat prioritas karena termasuk kelompok rentan. Selain karena usia, juga karena berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.

    Uji klinis terbukti aman

    Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, uji klinis vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac-BioTech pada lansia dilakukan di dua tempat. Di China, uji klinis fase 1 dan 2 yang dilakukan pada subjek uji menunjukkan imunogenesitas yang baik.

    Dikatakan, seroconversion rate setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96 persen dengan keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik, serta tidak ada efek samping serius derajat 3 yang dilaporkan akibat pemberian vaksin.

    Uji klinis fase 3 dilakukan di Brasil dan melibatkan 600 subjek uji. Didapatkan, vaksin Sinovac aman untuk kelompok usia 60 tahun ke atas. Tidak ada efek samping serius derajat 3 maupun kematian yang dilaporkan.

    “Efek samping yang umum terjadi berdasarkan uji klinik yang dilakukan, antara lain nyeri pada tempat penyuntikan, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit sebesar 1,19 persen, dan sakit kepala sebesar 1,19 persen,” kata Penny.

    Beda interval pemberian dosis

    Jika pada populasi umum interval dosis 1 dan dosis 2 adalah 14 hari, pada lansia intervalnya berbeda yakni berselang 28 hari. Pemberian suntikan juga dilakukan secara intramuscular atau ke dalam otot sebanyak 0,5 mL.

    Populasi lansia merupakan kelompok berisiki tinggi sehingga pemberian vaksin harus dilakukan dengan hati-hati. Proses screening yang cermat harus dan akan dilakukan nakes sebelum melakukan vaksinasi.

    Beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus pada lansia adalah:

    • Kesulitan naik 10 anak tangga
    • Penurunan aktivitas fisik (serng merasa kelelahan)
    • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan ginjal
    • Mengalami kesulita berjalan 100 sampai 200 meter
    • Penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun.
    Editor Team

    COMMENT