Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 12 2021

    Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Telah Capai 100 Juta Orang

    Kawula Muda, sudah pada vaksin kan?

    Warga mengikuti vaksinasi keliling Covid-19. (KOMPAS.COM/KRISTANTO)

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa saat ini sebanyak 160 juta suntikan vaksinasi Covid-19 telah diberikan. Itu berarti, sebanyak lebih dari 100 juta rakyat Indonesia telah mendapatkan suntikan pertama dan lebih dari 50 juta rakyat Indonesia telah rangkap dua kali suntikan. 

    "Ini memposisikan kita di posisi kelima dari seluruh negara di dunia yang sudah mendapatkan akses vaksin dari jumlah manusianya. Lima negara di dunia ini yang melebihi 100 juta orang warganya disuntik," kata Budi dalam konfrensi pers daring, Senin (11/10/2021), melansir dari Republika. 

    Budi juga mengatakan bahwa suntikan telah tembus angka 2 juta per hari. 

    "Kami juga melihat bahwa laju suntikan ini sudah juga menembus angka 2 juta per hari pada 23 September dan 25 September yang lalu. Diharapkan ke depannya kita semakin sering menembus angka 2 juta dosis suntikan per hari," lanjut Budi.

    Hingga saat ini, Indonesia telah menerima sebanyak 226 juta dosis vaksin. Sebanyak 205 juta dosis vaksin telah didistribusikan ke daerah, 5 juta dosis vaksin sedang dalam perjalanan, dan 160 juta dosis vaksin telah disuntikan. 

    "Sehingga dalam waktu 2-3 hari ke depan masih akan ada stok 50 juta dosis di 34 provinsi yang harusnya cukup untuk kita kejar suntikannya," ujarnya.

    Namun, Budi mengatakan bahwa Indonesia hanya mendapat jatah sebanyak 20 juta dosis dari rencana awal 50 juta dosis vaksin Novavax. 

    "Terjadi dinamika dalam bentuk supply vaksin sehingga rencananya Novavax yang tadinya 50 juta akan kami terima tahun ini kemungkinan kami akan terima hanya 20 juta," kata Budi.

    Untuk menutup selisih kekurangan dosis vaksin tersebut, pemerintah akan mencari dari sumber lain yang dapat segera dikirim ke Indonesia. 

    "Kemungkinan prioritas utamanya dari vaksin Sinovac," tegas eks Wakil Menteri BUMN itu.

    Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, mengatakan bahwa dosis pertama vaksinasi Covid-19 telah tembus 100 juta orang, dan sebanyak 57,5 juta di antaranya telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Pencapaian yang luar biasa ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara semua pihak, termasuk seluruh masyarakat Indonesia. 

    "Pemerintah apresiasi seluruh pihak yang bekerja keras dalam menyukseskan program vaksinasi ini," ujarnya, Senin (11/10/2021). 

    Vaksinasi pertama terhadap 100 juta orang itu berhasil dicapai dalam kurun waktu 10 bulan sejak penyuntikan perdana vaksin Covid-19 kepada Presiden Joko Widodo pada 13 Januari 2021 lalu. 

    “Mulai dari mendatangkan vaksin ke Indonesia, distribusi vaksin, penyuntikan vaksin, hingga pengawasan proses vaksinasi melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, pemerintah sangat mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja keras dalam program vaksinasi. Kolaborasi dan gotong royong jadi kunci capaian ini," kata Johnny lagi.

    Pencapaian positif juga nampak dalam realisasi vaksinasi kelompk lansia yang terus meningkat setiap harinya. Hingga Minggu (10/10/2021), tercatat sebanyak 7 juta lansia telah mendapatkan dosis pertama vaksinasi, dan sekitar 4,6 juta di antaranya telah mendapat dosis lengkap. 

    Johnny mengatakan meski terjadi peningkatan, kelompok lansia harus tetap dipercepat agar lebih cepat terlindungi. 

    Vaksinasi dosis pertama untuk kelompok remaja telah mencapai sekitar 4 juta orang, dengan 2,8 juta di antaranya telah mendapat dua suntikan vaksin. 

    Johnny mengimbau para remaja yang belum mendapat vaksinasi untuk segera melakukan vaksinasi agar lebih terlindungi saat menjalankan Pendidikan Tatap Muka Terbatas. 

    Menkominfo memastikan pemerintah akan bekerja lebih giat dan keras lagi agar dapat mencapai 70 persen sasaran vaksin pada akhir 2021. Menkominfo mengajak semua orang untuk bahu membahu mencapai target tersebut.

    "Pemerintah mengimbau untuk tetap disiplin memakai masker, hal ini tidak boleh dilupakan, Kita jangan lengah karena masih ada negara lain yang terjadi peningkatan kasus," katanya.

    Editor Team

    COMMENT