Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jul 15 2022

    Viral E-Commerce Jual Obat Bius, Lazada Beri Klarifikasi

    Obatnya jadi disalahgunakan, nih.

    Ilustrasi obat (UNPLASH)


    Sebuah e-commerce, Lazada jadi pembicaraan warganet, nih. Bermula dari seorang warganet yang mengunggah tangkapan layar penjualan obat bius ke Instagram dan Twitter.

    Tweet tersebut diunggah pada Rabu, 13 Juli 2022 melalui akun @ciioqciiiq. Ia merasa kecewa bahwa obat tidur yang dijual secara bebas dapat dibeli oleh siapa pun tanpa resep dari dokter.

    "Serem banget plisssss, harus semakin hati2, semoga kita semua dilindungi dari yang jahat," tulisnya.

    Dalam obat tersebut diklaim sebagai obat penenang, obat lelap cepat, yang memicu kekhawatiran warganet.

    Parahnya, ada testimoni yang menunjukkan bahwa pembeli sengaja membeli obat tersebut untuk tindak kejahatan.

    Dari unggahan itu, banyak warganet yang memberikan komentar kekesalannya.

    Lazada angkat bicara

    Menindaklanjuti kasus tersebut, pihak Lazada berikan klarifikasi. Mereka mengatakan telah menerapkan kebijakan pengawalan ketat secara rutin terkait penjualan sejumlah produk di lapak online.

    Melansir dari Kompas, Jumat (15/07/2022), pihak Lazada mengatakan telah melarang keras penjualan barang terlarang apa pun di platform Lazada.

    "Kami juga telah memblokir kata kunci untuk mencegah barang terlarang bisa ditemukan di platform kami," ujarnya.

    Selanjutnya, Lazada akan terus melakukan pemantauan ketat dan menurunkan barang yang melanggar peraturan di Lazada.

    "Tim kami secara rutin meninjau aktivitas penjual dan pelanggan di platform untuk memastikan semua pihak mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku di Lazada," jelas juru bicara Lazada melalui keterangan tertulis.

    Penerapan kebijakan dan pengawasan ketat sejalan dengan komitmen Lazada untuk menghadirkan pengalaman berbelanja dan bertransaksi yang aman dan nyaman bagi penjual ataupun pembeli.

    Editor Team

    COMMENT