Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 06 2022

    CONIFA, Federasi Sepak Bola Negara Tersingkir yang Tidak Diakui FIFA

    Kawula Muda, sudah tahu soal CONIFA?

    Ilustrasi medali bagi pemenang Liga Amerika CONIFA di Chile tahun ini (CONIFA)


    Confederation of Independent Football Association (CONIFA) merupakan federasi atau induk organisasi sepak bola bagi negara-negara yang tidak termasuk dalam anggota FIFA. Kawula Muda, FIFA memang dikenal sebagai penguasa sepak bola di seluruh dunia hingga saat ini.

    Melansir situs resminya, CONIFA adalah organisasi yang memayungi tim-tim yang tidak bernaung di bawah lindungan FIFA, seperti negara, kelompok minoritas, isolated dependencies, atau kawasan budaya. 

    Faktanya, hampir seluruh pertandingan sepak bola dari level kecil hingga besar diselenggarakan dengan status dan lisensi dari FIFA. Ternyata, terdapat beberapa negara yang bersifat independen memiliki kompetisi sendiri yang tidak diakui oleh FIFA.

    conifa liga perempuanTidak hanya menyelenggarakan Piala Dunia, CONIFA juga turut melaksanakan Women World Football Cup 2022 (CONIFA)

    Negara-negara yang memiliki badan sepak bola independen inilah yang tergabung ke dalam CONIFA. CONIFA sendiri menjadi salah satu federasi sepakbola alternatif bagi negara yang ‘terpinggirkan’ dan tidak diakui oleh FIFA.

    Tujuan utama CONIFA sendiri adalah memberikan kesempatan bagi tim-tim sepakbola tersebut untuk memperoleh tempat di panggung global dan menunjukkan kehebatan sepakbola tim maupun personal. 

    CONIFA yang didirikan pada tahun 2013 ini, sudah memiliki 61 anggota per tahun 2021. Anggota CONIFA sendiri tersebar berbagai belahan dunia, seperti Eropa, Asia, Oceania, Afrika, Amerika Selatan, dan Amerika Utara. 

    Meski nama-nama anggota CONIFA dinilai kurang familiar bagi kebanyakan orang, CONIFA sendiri memiliki tujuan yang mulia, Kawula Muda. CONIFA yang terdaftar di Swedia sebagai organisasi berdasarkan kesukarelaan ini, memiliki pengurus yang tidak dibayar sepeser pun, loh!

    CONIFA mendapat dana untuk organisasi dengan memanfaatkan sponsor, dukungan publik, dan sumbangan.

    conifa copa americaTidak kalah meriah, CONIFA turut selenggarakan Copa America tahun ini (CONIFA)

    CONIFA dinilai berhasil menjadi medium bagi para negara-negara yang terpinggirkan dari FIFA agar tetap dapat bisa merasakan permainan di lapangan. Meski begitu, CONIFA juga tidak pernah melarang anggotanya untuk bergabung dengan FIFA. Sebaliknya, CONIFA terkadang membantu proses beberapa negara yang ingin masuk menjadi anggota FIFA. 

    Dengan latar belakang anggota negara dan komunitas yang sangat beragam, beberapa pihak menyangsikan tujuan dan ideologi yang dianut oleh CONIFA. Menanggapi hal tersebut, CONIFA menegaskan bahwa mereka memiliki nilai yang ingin diusung di luar lapangan, tetapi tidak bersifat politis. 

    Melansir Tirto, CONIFA juga tidak ikut menilai apakah anggotanya layak menerima kemerdekaan politis. Secara politis, CONIFA bersifat 100 persen netral.

    CONIFA juga memiliki kompetisi internasional selayaknya Piala Dunia FIFA, loh. Bahkan setahun setelah berdirinya CONIFA, mereka telah menyelenggarakan Liga Sepak Bola tahun 2014 yang menjadi agenda dua tahunan sekali CONIFA.

    Menariknya, dari 61 anggota CONIFA, terdapat satu federasi unik yang mencuri perhatian. Federasi tersebut adalah FA West Papua atau Papua Barat yang tergabung dalam CONIFA tahun 2019.

    Tahun ini, CONIFA telah menyelenggarakan sedikitnya tiga liga, yaitu Liga Afrika, Liga Amerika, dan Women World Football Cup.

    Editor Team

    COMMENT