Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 06 2022

    Kenang Tragedi Kanjuruhan, Fans Bayern Munchen: Lebih dari 100 Orang Dibunuh Polisi

    Selain itu, ada juga spanduk yang bertuliskan simpati terhadap tragedi Kanjuruhan.

    Fans Bayern kenang tragedi Kanjuruhan saat pertandingan lanjutan Liga Champions (REUTERS/MICHAELA REHLE)


    Tragedi Kanjuruhan menarik perhatian dunia, tak terkecuali suporter Bayern Munchen.

    Suporter Bayern yang terkenal sebagai salah satu suporter yang cukup kritis tersebut menunjukkan solidaritas kepada pendukung Arema FC dan juga sepak bola Indonesia.

    Bentuk simpati itu disampaikan fans Die Bayern dengan membentangkan spanduk dalam laga Bayern vs Viktoria Plzen di Liga Champions di Allianz Arena, Selasa (4/10/2022).

    Fans Bayern Munich membentangkan spanduk besar. Isinya adalah menyalahkan tindakan polisi dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

    "Lebih dari 100 orang dibunuh oleh polisi. Ingatlah para korban tewas di Kanjuruhan!" isi tulisan dalam spanduk yang dibentangkan suporter Bayern Munich.

    Selain itu, ada juga spanduk yang bertuliskan simpati terhadap tragedi Kanjuruhan.

    "Mengenang kematian di Kanjuruhan," bunyi tulisan hitam dalam spanduk putih.

    Sebelumnya laga lanjutan Liga Champions yang mempertemukan Bayern Munich dengan Viktoria Plzen juga diawali dengan mengheningkan cipta.

    Bayern MunchenPemain Bayern Munchen mengheningkan cipta untuk korban tragedi Kanjuruhan (Reuters/Sven Hoppe)

    Para pemain kedua klub bersama wasit membentuk bundaran di tengah lapangan untuk mendoakan korban tragedi Kanjuruhan.

    Tragedi Kanjuruhan bukan saja jadi duka bagi sepak bola Indonesia, lebih dari itu, tragedi ini merupakan tragedi dunia. Di Benua Biru, laga pekan ketiga Liga Champions diawali dengan mengheningkan cipta untuk Tragedi Kanjuruhan.

    Hal yang sama sebelumnya juga dilakukan oleh Liga Spanyol. Tragedi tersebut membekaskan luka mendalam di seluruh dunia, terlebih untuk suporter sepak bola.

    Insiden tragis itu bermula dari kekalahan tuan rumah Arema dari Persebaya Surabaya, 2-3. Kekalahan tersebut membuat suporter turun ke lapangan.

    Invasi para penonton ke tengah lapangan direspons polisi sebagai pihak yang mengamankan pertandingan dengan berbagai macam tindakan, salah satunya ialah menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton.

    Gas air mata kemudian membuat para penonton panik dan saling berdesakan untuk keluar dari stadion. Setelahnya, ratusan nyawa manusia melayang akibat insiden tersebut.

    Editor Team

    COMMENT