Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 05 2022

    Momen Lucu Pertandingan Sepak Bola saat Kabut, Kiper Tidak Tahu Laga telah Selesai!

    Selalu ada Chelsea :)

    Samuel Bartram saat menjaga gawang dalam kabut tahun 1937 (futbolretro.es)


    Sepak bola merupakan olahraga yang membutuhkan fokus dan kerja sama yang baik antar pemain. Tak heran, dibutuhkan penglihatan yang baik untuk dapat melihat arah datangnya dan tujuan bola, hingga posisi pemain lainnya. 

    Namun, bagaimana jika penglihatan para pemain sepakbola justru tidak optimal akibat tertutup kabut tebal? 

    Beberapa pertandingan di luar negeri rupanya sempat digelar di tengah kabut. Hal itu mengingat pada akhir tahun, cuaca yang dingin memang mengundang kabut tebal untuk datang. Beberapa di antaranya terjadi pada tahun 2000-an, saat sepakbola belum memiliki fasilitas seperti masa kini. 

    Pada era Perang Dunia II misalnya. Kala itu, belum ada layar besar, mikrofon, maupun lampu stadion yang terang. Hal tersebut tentu menyulitkan pemain yang tetap harus siap sedia di dalam lapangan walau memiliki jarak pandang yang terbatas.

    Rupanya, cerita unik pun muncul dari pertandingan penuh kabut tersebut. Berikut beberapa di antaranya ya, Kawula Muda

    Kiper yang Tidak Tahu Pertandingan Telah Selesai

    SepakbolaIlustrasi sepakbola (UNSPLASH/WESLEY TINGEY)

     

    Pertandingan Charlton Athletic vs Chelsea yang diselenggarakan pada Stamford Bridge pada Boxing Day 1937 memiliki keunikan tersendiri. Saat itu, kabut tebal memenuhi London.

    Kabut pun menutupi gawang Chelsea hingga ujung gawang Charlton. Saat itu, pertandingan sebenarnya sempat dihentikan sementara di pertengahan. Namun, laga kembali dimulai sesaat setelah kabut menipis. 

    Samuel Bartram, kiper Charlton Athletic menjadi pencetak sejarah “insiden kabut” tersebut. Lewat buku autobiografinya, ia menulis kisah bagaimana tidak mengetahui pertandingan telah selesai akibat kabut tebal.

    Setelah permainan kembali berlanjut, ia mencoba mengintip ke dalam kabut tebal, tepatnya ke area penalti. Ia pun heran. Sebab, tidak ada permain maupun serangan yang datang ke gawang Charlton.

    "Setelah sekian lama, sesosok muncul dari tirai kabut di depan saya. Itu adalah petugas Polisi. Dia terkejut melihat saya. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat. Dia bertanya mengapa saya ada di situ. Dia mengatakan bahwa permainan dihentikan seperempat jam yang lalu. Lapangan itu benar-benar kosong," tulis Bartram. 

    Mendengar hal tersebut, Bartram tertawa. Masih terkejut, ia langsung pergi ke ruang ganti. “Sampai di sana, para pemain lainnya sudah mandi. Mereka tertawa melihat saya,” tutur kiper legendaris Charlton tersebut. 

    Jumlah Pemain Lebih dari 11

    Chelsea vs Moscow Dynamo di Stamford Bridge 1945 (Central Press/Getty Images)Chelsea vs Moscow Dynamo di Stamford Bridge 1945 (Central Press/Getty Images)

     

    Pada pertandingan sepakbola biasanya, jumlah pemain dalam satu tim di lapangan yakni 11 orang. Namun hal tersebut berbeda dengan pertandingan Dynamo vs Chelsea pada November 1945 lalu. 

    Kabut tebal pun hadir pada pertandingan bersejarah tersebut. Pasalnya, pertandingan tersebut merupakan pertandingan damai usai Perang Dunia II. salah satu klub sepakbola kebanggaan Inggris, Chelsea mengundang Dynamo Moscow dari Rusia untuk bertanding. 

    Kabut tersebut pun menjadi masalah tersendiri. Karena tidak mampu melihat pemain yang berada di lapangan, banyak yang mengatakan bahwa Dynamo memiliki 12 pemain di lapangan selama 20 menit. 

    Hal tersebut terjadi akibat kesalahan pada saat pergantian pemain. Akibat tidak mengetahui dirinya diganti, salah satu pemain tetap melanjutkan berlaga di lapangan. 

    Walau begitu, pertandingan tetap berakhir damai, Kawula Muda! Lucu banget ya! 

    Editor Team

    COMMENT