Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 09 2022

    Jakarta akan Gunakan AI untuk Urai Kemacetan, Gimana Caranya?

    Semoga sukses seperti di negara-negara lainnya ya, Kawula Muda

    ilustrasi lalu lintas berantakan (aksi.id)


    Kemacetan yang terjadi di Jakarta sejatinya menjadi masalah yang belum usai hingga kini. Bahkan, masyarakat menilai bahwa kemacetan kota Jakarta merupakan masalah yang tidak akan terurai.

    Pemerintah kota Jakarta terus mencari cara mengurai kemacetan yang akhir-akhir ini semakin meningkat, mengingat mobilitas masyarakat sudah menuju normal pasca pandemi Covid-19.

    Ilustrasi kemacetan saat hujanIlustrasi kemacetan saat hujan (KUMPARAN)

    Menariknya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tengah menyiapkan penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk mengurai masalah kemacetan di Ibu Kota. 

    Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI, Emanuel Kristanto mengatakan teknologi AI tersebut akan bekerja sama dengan Google dan akan diterapkan di persimpangan.

    "Benar, kami tengah bekerja sama dengan Google Indonesia untuk optimasi traffic light di persimpangan," kata Emanuel mengutip Kompas, Jumat (9/12/2022)

    Proyek yang bernama Green Light tersebut akan membuat DKI Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis kondisi kemacetan kota, loh.

    Secara garis besar, teknologi AI akan menganalisis volume lalu lintas di persimpangan dan merekomendasikan waktu nyala hijau yang optimal di masing-masing kaki persimpangan, lalu data tersebut akan dikirimkan ke Dishub DKI untuk diterapkan di lapangan.

    “Kami tidak berharap kemacetannya akan langsung selesai. Tidak sampai sejauh itu, dari data analisis itu kami ingin mengetahui dan mengurai sumber kemacetan itu dari mana,” tambah Emanuel.

    Lebih lanjut, Dishub DKI Jakarta juga berharap penggunaan AI tidak hanya dapat mengurangi kemacetan, tetapi juga dapat membantu masyarakat dalam efisiensi bahan bakar kendaraan serta membantu mengurangi polusi.

    Dishub Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa teknologi tersebut disiapkan untuk beroperasi pada 2023 mendatang.

    Kita tunggu saja, Kawula Muda.

    Editor Team

    COMMENT