Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 12 2022

    Saham Twitter Langsung Anjlok Pasca Batal Dibeli Elon Musk

    Buntut negosiasi alot dengan Twitter, Elon Musk tuntut ke pengadilan

    Ilustrasi aplikasi Twitter. (PIXABAY)


    Saham Twitter turun drastis hingga lebih dari 11 persen setelah Elon Musk batal melakukan pembelian senilai 44 miliar dolar AS atas raksasa media sosial itu.

    Sekitar satu jam setelah perdagangan dibuka hari Senin, (11/7/2022) saham Dilansir dari Yahoo Finance, harga saham Twitter awalnya merosot di angka 7,0 persen atau menjadi 34,24 dolar AS per saham, lalu kemudian turun lagi menjadi 32,65 dolar AS per saham (atau merosot sebesar 11,4 persen) pada penutupan perdagangan, Selasa (12/7/2022).

    Setelah melalui banyak konflik pada saat proses akuisisi Twitter, Elon Musk dan Twitter tampaknya tidak memiliki titik temu mengenai permintaan Musk terkait data akun palsu di Twitter.

    Musk merasa Twitter gagal memberikan informasi mengenai akun palsu di platform tersebut, dan memilih untuk membatalkan pembelian Twitter.

    Konflik Musk dan Twitter pada akhirnya harus menempuh jalur hukum. Musk bahkan secara terang-terangan melalui akun Twitter pribadinya menjelaskan bahwa pihaknya akan menuntut untuk menegakkan kesepakatan.

    “Mereka bilang saya tidak bisa membeli Twitter. Kemudian mereka tidak akan mengungkapkan info bot (akun palsu). Sekarang mereka ingin memaksa saya membeli Twitter di pengadilan. Sekarang mereka harus mengungkapkan info bot di pengadilan,” tulisnya dalam cuitan Minggu (10/7/2022).

    Pihak Twitter membantah tuduhan yang dialamatkan padanya. Menurut mereka, alasan Musk membatalkan pembelian Twitter tidaklah benar. Twitter juga akan menuntut bos Tesla tersebut di pengadilan.

    “Twitter menuntut agar Musk dan pihak Musk lainnya mematuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian, termasuk kewajiban mereka agar menggunakan upaya terbaik mereka masing-masing untuk menyempurnakan dan mengefektifkan transaksi yang dimaksud dalam Perjanjian,” kata pengacara Twitter Rosen & Katz di Wachtell, Lipton.

    Editor Team

    COMMENT