Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Feb 25 2022

    TikTok Sebut akan Terus Siarkan Informasi Invasi Rusia ke Ukraina

    Semoga perangnya cepet selesai ya, Kawula Muda :(

    Aplikasi TikTok (PEXEL/cottonbro)

    Berbeda dengan Twitter yang sempat suspending beberapa akun dengan informasi perang, TikTok menyatakan tetap akan mendistribusikan video-video invasi Rusia ke Ukraina tersebut. 

    Di TikTok, beredar sejumlah video keadaan perang di Ukraina. Sebut saja video kendaraan tempur berjajar di perbatasan Ukraina-Rusia, para tentara, ledakan, penduduk yang mengungsi. 

    Salah satu akun TikTok yang aktif memberikan video dengan informasi perkembangan situasi Rusia-Ukraina adalah Philip deFranco. Beberapa videonya pun ramai ditonton oleh warganet TikTok. Sebelumnya, ia merupakan seorang komentator dan Youtuber yang kerap mengomentari suatu peristiwa di dunia politik.

    @philipdefranco Russia Has Begun A Full Scale Invasion Of Ukraine #ukraine #geopolitics #russia ♬ original sound - Philip DeFranco

    Manfaat TikTok sebagai penyebar informasi terkait perang juga diakui oleh Center for Information Resilience (CIR), sebuah organisasi nirlaba operasi militer dan beberapa penyelidik open source lainnya. 

    “TikTok jelas merupakan salah satu platform utama yang digunakan untuk mendokumentasikan ini,” tutur Eliot Higgins, pendiri unit investigasi open source Bellingcat, dikutip dari CNNIndonesia pada Jumat (25/02/2022). 

    Rekaman-rekaman terkait sebenarnya banyak di bagikan di media sosial. Namun, sejumlah video di Twitter diketahui alami penangguhan atau suspend, termasuk akun peneliti open source tersebut. 

    Misalnya pada Senin (22/02/2022), akun peneliti OSINT Kyle Glen mengalami penangguhan 12 jam serta akun analis keamanan Oliver Alexander turut mengalami penangguhan sebanyak dua kali dalam 24 jam. 

    Sejumlah peneliti OSINT pun khawatir bahwa penangguhan akun tersebut adalah bagian dari pelaporan massal untuk menonaktifkan akun penyebar informasi perang. Pendukung Ukraina pun khawatir bahwa penghapusan tersebut dapat menguntungkan tujuan militer Rusia. 

    Editor Team

    COMMENT