Ingin Ngevlog di Lawang Sewu? Siapkan Rp 3 Juta Per Jam!

Kawula Muda, ada yang sedang viral, nih!

Lawang Sewu, Sekayu, Semarang City, Central Java, Indonesia. (UNSPLASH)
Mon, 16 Nov 2020

Akun YouTube Kirandika Channel membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Lawang Sewu. la diminta membayar uang sekitar Rp 3 juta untuk membuat video di objek wisata terkenal di daerah Semarang tersebut.

Video yang diunggah sejak Selasa (10/11/2020) tersebut diberi judul "NGEVLOG DI LAWANG SEWU HARUS BAYAR JUTAAN RUPIAH/JAM" dan telah ditonton sebanyak 17.000 kali lebih.

"Ternyata ngevlog/buat video di Lawang Sewu harus bayar Jutaan,- per jam. Hal ini saya ketahui langsung ketika pengin ngevlog di Lawang Sewu hari Minggu, 8 November 2020. Itu Legal nggak sih ? Kok mahal banget.. Gimana menurut kalian gaess?ujar Kirana dan Andika melalui akun YouTube-nya.

Terkait video tersebut, Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari menegaskan pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada pihak Kereta Api (KA) Parwisata.

"Kami sudah klarifikasi dan mereka (KA Pariwisata) juga sudah minta maaf atas kesalahan informasi yang diberikan oleh pihak security," ujar Indriyasari.

"Memang kalau untuk nge-vlog ada aturannya sendiri. Kalau sifatnya untuk bisnis atau komersil ada biayanya. Tapi kalau untuk perorangan tidak ada biayanya," kata Indriyasari.

Sementara itu, Humas PT Kereta Api Pariwisata Ilud Siregar menambahkan, pengambilan video yang bersifat komersial memang dikenakan tarif.

"Sesuai SOP pengunjung yang ingin melakukan photoshoot atau rekaman video untuk kegiatan yang bersifat komersial seperti syuting film dan syuting iklan, maka akan dikenakan biaya penggunaan senilai Rp 3.500.000 per jam," kata dia dalam keterangan tertulis.

Meski begitu, pihaknya tetap menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dalam peristiwa itu. Sebab pemberian informasi terkait biaya merupakan tugas customer service, bukan pihak keamanan.

Lawang Sewu adalah gedung bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang awalnya digunakan sebagai Kantor Pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Gedung ini dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 18.232 m2. Bangunan utama mulai dibangun pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907. Bangunan tambahan dibangun sekitar 1916 dan selesai pada 1918.

  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya