Masih Muda Sudah Pelupa? Ini 10 Kebiasaan yang Jadi Penyebabnya

Hai Kawula Muda, siapa sudah berasa mulai pelupa?

Ilustrasi orang lupa. (FREEPIK)
Thu, 21 Jul 2022


Katanya, lupa itu manusiawi. Ya, wajar memang jika kita kadang terlupa akan beberapa hal. Tetapi jika terlalu sering lupa terutama dengan hal-hal penting yang kadang kala sudah terasa di ujung lidah tapi sulit untuk diucapkan, itu bisa terasa melemahkan dan membuat frustrasi.

Meskipun kehilangan beberapa memori dan kelupaan adalah normal seiring bertambahnya usia, menurut National Institute on Aging, beberapa hal dapat memperburuk kelupaan tanpa peduli berapa usia orang tersebut.

"Ada sejumlah kebiasaan umum yang bisa membuat kita lebih pelupa," kata Michele Goldman, psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation.

Dilansir melalui laman huufpost, berikut10 kebiasaan yang dapat membuat seseorang pelupa.

1. Kurang tidur

Ilustrasi orang sedang tidur. (FREEPIK)

 

Memiliki waktu tidur yang cukup dapat meningkatkan daya ingat, begitupun sebaliknya. Jika seseorang melewatkan waktu tidur, maka perhatian, fokus dan energik cenderung menjadi pelupa karena bagian otak terutama korteks prefrontal tidak setajam mereka yang memiliki tidur cukup.

2. Multitasking

Perhatian dan fokus adalah bagian penting dari mengingat informasi. Karena pada saat mengerjakan berbagai tugas di saat yang sama dapat menyebabkan kurang produktivitas yang menimbulkan kelupaan. Salah satu cara untuk fokus pada satu hal dan satu waktu cukup dengan membagi tugas dengan waktu yang ditentukan.

3. Tidak berolahraga

Olahraga penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan terutama pada memori otak manusia. Menurut Valentina Dragomir, seorang psikoterapis dan pendiri PsihoSensus Therapy dan PsihoSensus Academy, olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan melindungi sel-sel otak.

4. Alkohol

Minuman beralkohol. (FREEPIK)

  

Menurut penelitian, minum alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan otak mengecil dan lebih mungkin kehilangan memori jangka pendek dan jangka panjang.

5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Mengonsumsi obat-obatan juga bisa mempengaruhi ingatan seseorang.  Obat antidepresan, alergi hingga penstabil tekanan darah, hanya akan merusak ingatan seseorang dan dapat memiliki efek yang lebih tahan lama.

6. Merokok

Rokok merupakan kebiasaan lain yang dapat merusak mekanisme otak yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori. Selain itu merokok dapat mengganggu fungsi paru-paru dan jantung sehingga sulit mentransportasi oksigen ke otak, dengan demikian dapat mengurangi fungsi otak hingga hilangnya memori.

7. Tidak makan makanan tertentu

Makanan juga dapat memengaruhi fungsi otak. Harvard Medical School menyarankan untuk memilih sayuran berdaun, beri, teh, kopi dan kenari hingga mengonsumsi makanan anti-inflamasi termasuk buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lemak sehat.

8. Tidak konsisten

Karena memori otak merekam kejadian sesuai kebiasaan, maka konsistentan-lah dengan segala apa yang kita lakukan.

9. Punya masalah mental 

Kecemasan dan depresi berlebihan dapat mengganggu konsentrasi sehingga sulit untuk memperhatikan detail yang lebih kecil. Hal itu dapat mempengaruhi perhatian hingga ingatan. Namun, hal penting untuk mengatasi kekhawatiran ini yaitu dengan mempertajam ingatan.

10. Tidak mengasah pikiran

Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mempertajam ingatan adalah dengan merangsang otak tetap aktif dengan mempelajari hal baru seperti bermain game, membaca, dan aktivitas lainnya.

Berita Lainnya