Mengupas Tuntas: Contoh Teks Eksplanasi dan Panduan Penulisan

Kawula Muda sudah tahu cara membuat teks ekplanasi?

Contoh Teks Eksplanasi dan Panduan Penulisan (PIXABAY)
Fri, 01 Sep 2023

Kawula Muda, masih ingat dengan pelajaran Bahasa Indonesia yang membahas mengenai teks eksplanasi?

Menurut KBBI, eksplanasi artinya penjelasan atau paparan. Sedangkan, teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi.

Singkatnya, teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial, Kawula Muda.

Selain pengertian teks eksplanasi, Kawula Muda juga harus tahu apa struktur teks eksplanasi serta contoh teks eksplanasi.

Berikut penjelasannya:

Tujuan dan Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Pengertian, Contoh, dan Struktur Teks Eksplanasi dan Panduan Penulisan Lengkap (PIXABAY)

Sama seperti teks lainnya, teks eksplanasi juga memiliki tujuan dan ciri-ciri, Kawula Muda.

Tujuan teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan secara jelas mengenai proses yang terjadi pada suatu fenomena. Teks ini juga akan memberikan alasan penyebab peristiwa itu terjadi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh pembaca.

Sedangkan, berikut ciri-ciri teks eksplanasi:

1. Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual)

2. Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan

3. Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas

4. Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya.

Struktur Teks Eksplanasi

Sebelum mulai menulis teks eksplanasi, Kawula Muda harus tahu bagaimana struktur teks eksplanasi.

Sebuah teks dapat dikategorikan sebagai teks eksplanasi jika memiliki struktur berupa pernyataan umum, urutan sebab dan akibat, dan interpretasi, berikut penjelasannya:

1. Identifikasi Fenomena

Struktur pertama teks eksplanasi adalah gambaran umum mengenai fenomena atau peristiwa alam yang akan dibahas. Poinnya bisa mengangkat tentang proses bagaimana fenomena alam tersebut bisa terjadi.

2. Rangkaian Kejadian

Setelah mengetahui secara umum fenomena yang akan dibahas, pada bagian ini akan menjelaskan tentang penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut. Kawula Muda bisa melakukan deskripsi dalam beberapa paragraf terkait sebab dan akibatnya. Bagian ini disebut juga dengan deretan penjelas.

3. Interpretasi

Interpretasi dalam teks eksplanasi dapat dikatakan sebagai ulasan atau penarikan kesimpulan. Lo bisa memberikan tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang diangkat dalam teks tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Panduan Lengkap Penulisan Teks Eksplanasi beserta contohnya (PIXABAY)

Tentu saja, setiap teks memiliki kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan. Kawula Muda perlu memperhatikan kaidah kebahasaan berikut ini:

1. Menggunakan kalimat pasif

2. Menggunakan konjungsi kasual dan waktu

3. Terdapat istilah ilmiah

4. Menggunakan kata kerja material dan rasional

5. Bersifat informatif

Contoh Teks Eksplanasi Sederhana dan Mudah

Setelah mengetahui struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi, simak contoh teks eksplanasi sederhana berikut ini:

1. Gempa Bumi

Pernyataan umum

Gempa bumi merupakan getaran atau guncangan yang terjadi karena pergeseran atau pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar permukaan bumi. Peristiwa alam ini sering terjadi di daerah yang berada dekat gunung berapi atau gunung yang masih aktif dan di daerah yang dikelilingi lautan yang sangat luas.

Deretan penjelas

Gempa bumi terjadi karena pergeseran atau gerakan lapisan dasar bumi dan letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Selain itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang sangat besar bagi lingkungan sekitarnya. Getaran gempa bumi yang sangat besar dan merambat ke segala arah sehingga dapat meratakan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu gempa vulkanik dan gempa tektonik. Gempa tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi menjadi lunak sehingga mengalami pergeseran atau pergerakan. Teori "Tektonik Plate" menjelaskan bahwa bumi kita ini terdiri dari beberapa lapisan buatan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat lambat sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lain. Itulah yang menyebabkan mengapa gempa bumi dapat terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi dikarenakan adanya letusan gunung berapi yang sangat besar. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan gempa tektonik.

Interpretasi

Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi ditempat-tempat tertentu saja, seperti pada perbatasan plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyak terdapat gunung berapi.

2. Hujan Meteor Perseid 12-13 Agustus di Langit Indonesia

Pernyataan umum

Hujan Meteor Perseid ini dapat disaksikan secara langsung. Fenomena ini akan terlihat pada tanggal 12 sampai 13 Agustus 2021.

Deretan penjelas

Dikutip dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Hujan Meteor Perseid aktif sejak 17 Juli hingga 14 Agustus 2021. Sementara, Puncak Hujan Meteor Perseid akan terjadi pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2021. Hujan meteor ini dinamai berdasarkan titik radian atau titik asal munculnya hujan meteor, yang terletak di konstelasi Perseus. Hujan Meteor Perseid untuk Indonesia mencapai 212.400 kilometer per jam. Adapun Hujan Meteor Perseid tidak terganggu oleh bulan fase sabit awal berumur empat hari. Hal tersebut disebabkan bulan sudah terbenam sebelum tengah malam.

Interpretasi

Secara keseluruhan, fenomena Hujan Meteor Perseid merupakan salah satu momen langka yang layak untuk dinantikan oleh para pengamat bintang dan pecinta astronomi. Dari informasi yang disajikan, dapat dipahami bahwa Hujan Meteor Perseid akan mencapai puncaknya pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2021. Dengan begitu, para penikmat alam dan ilmu pengetahuan memiliki kesempatan untuk menyaksikan keindahan dan keunikan fenomena alam ini secara langsung pada periode yang telah ditentukan.

3. Tanah Longsor

Pernyataan umum

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan massa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis, seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

Deretan penjelas

Secara umum, kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, tetapi ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh, di antaranya erosi, lereng dari bebatuan dan tanah yang diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat, dan gunung berapi yang menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat, dan aliran debu-debu.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tanah longsor, seperti tidak membuat kolam atau sawah di atas lereng, tidak mendirikan rumah di bawah tebing, jangan menebang pohon di sekitar lereng, jangan memotong tebing secara tegak lurus, dan tidak mendirikan bangunan di sekitar sungai.

Interpretasi

Dengan memahami faktor-faktor pendorong dan pemicu serta berbagai elemen yang berkontribusi terhadap terjadinya longsor, penting bagi kita untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Melalui langkah-langkah seperti menghindari pembuatan kolam atau sawah di lereng, menjaga vegetasi di sekitar lereng, dan menghindari pembangunan di lokasi yang rentan, kita dapat berperan aktif dalam mengurangi risiko terjadinya longsor.

Kawula Muda, itulah paduan lengkap menulis teks eksplanasi. Semoga membantu, ya.

Berita Lainnya