2020 Cetak Rekor sebagai Tahun Terpanas

Kawula Muda, 2020 kalian terasa panas juga nggak, sih?

Foto bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh astronot NASA. (INSTAGRAM/nasaearth)
Thu, 21 Jan 2021

Kalian merasakan kalau 2020 kemarin rasanya panas sekali? Mungkin kalian tidak terlalu merasakannya karena 2020 kita dihadapkan dengan karantina sehingga sehari-hari dihabiskan di dalam rumah.

Hawa panas ini bukan hanya kalian yang merasakan. National Aeronautics and Space Administration (NASA) juga melihat hal yang sama. Mereka mencatat 2020 kembali membuat rekor.

Bukan sebagai tahun paling sial sepanjang masa, tetapi sebagai tahun terpanas, bersanding dengan 2016. Kenaikan suhu yang terjadi pada 2020 tercatat mencapai 1,02 derajat Celsius dari tahun 1951-1980.

Penyebab utama dari kenaikan ini adalah efek gas rumah kaca yang dilakukan manusia. Sekjen Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Petteri Taalas  mengatakan, gas rumah kaca yang ada di atmosfer terus meningkat dan melampaui rekor tertingginya.


Walaupun tahun ini kadar karbon dioksida di atmosfer sudah berkurang antara 4,2 hingga 7,5 persen, hal tersebut tidak memberikan pengaruh besar terhadap penurunan suhu bumi.

WMO juga pencatat bahwa sejak 2015 suhu bumi selalu konstan naik hingga tahun ini. Hal ini menunjukkan percepatan kenaikan suhu global sulit dikendalikan. Bahkan, kita membutuhkan waktu satu abad untuk kembali menurunkan 1 derajat Celsius suhu global planet ini.

Kenaikan ini membuat lautan menyerap lebih banyak panas dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun, menurut pemaparan ahli meteorologi AccuWeather, Brett Anderson, kenaikan suhu yang terjadi tidak terpengaruh dengan fenomena El Nino dan La Nina yang terjadi pada 2020.

Hal ini berbeda dengan fenomena iklim yang terjadi pada 2016. El Nino berperan besar pada pemanasan suhu global tahun tersebut dengan kenaikan hingga 1,1 derajat Celsius.

  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya