Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, Terendah dalam Satu Dekade Terakhir

Tahun 2023 catat rekor angka pernikahan terendah di Tanah Air

Ilustrasi angka pernikahan di Indonesia menurun (Unsplash)
Fri, 08 Mar 2024


Pernikahan sepertinya gak lagi jadi impian bagi sebagian masyarakat Indonesia nih, Kawula Muda.

Terbukti, laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat angka pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan Statistik Indonesia 2024, penurunan paling drastis terjadi selama tiga tahun terakhir, bahkan angkanya menurun sebanyak 2 juta.

Artinya, dari tahun 2021 hingga 2023, angka pernikahan di Indonesia kian menyusut.

Namun, itu baru perbandingan tiga tahun terakhir saja, Kawula Muda.

Jika seluruh laporan BPS direntangkan dalam 10 tahun terakhir, angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 28,63 persen atau menyusut 632.791.

Tahun 2023 mencatat rekor sebagai tahun dengan angka pernikahan terendah di Tanah Air, yakni mencapai 1.577.255.

Lebih lanjut, penurunan angka pernikahan di Indonesia hampir dialami di semua daerah, Kawula Muda.

Ilustrasi angka pernikahan di Indonesia menurun (Unsplash)

Di Jawa Barat misalnya, penurunan angka pernikahan terjadi nyaris hingga 29 ribu. Sedangkan di Jawa Tengah, angka pernikahan menyusut hingga 21 ribu, dan Jawa Timur yang mengalami penurunan angka pernikahan hingga 13 ribu.

Sementara itu, DKI Jakarta, mengalami penurunan angka pernikahan nyaris 4 ribu.

Berikut laporan angka penurunan pernikahan dari tahun ke tahun menurut data BPS:

2021: 1.742.049

2022: 1.705.348

2023: 1.577.255

Penurunan angka pernikahan di Indonesia disinyalir karena anak muda banyak menunda untuk menikah.

BPS mencatat bahwa pemuda yang menunda nikah terus meningkat dari tahun ke tahun.

Definisi pemuda yang digunakan BPS merujuk pada UU Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Di situ definisi pemuda adalah warga negara Indonesia yang berusia 16 sampai 30 tahun.

Pada tahun 2023, jumlah pemuda yang belum nikah mencapai 68,29 persen. Sementara pada 2014, jumlah pemuda yang belum nikah ada di angka 54,11 persen.

Berbeda dengan angka pernikahan yang terus menurun, angka perceraian di Indonesia justru mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir ini, Kawula Muda.

Pada 2021 misalnya, ada lebih dari 477 ribu perceraian. Setahun berikutnya, di tahun 2022 angka perceraian di Indonesia melampaui 500 ribu, serta di tahun 2023 sedikit menurun menjadi 463 ribu.

Ada banyak faktor atau pemicu yang membuat angka perceraian di Indonesia tinggi, Kawula Muda.

Faktor paling yang sering menjadi pemicu perceraian di Indonesia ialah terkait perselisihan yakni 250 ribu kasus, kemudian faktor masalah finansial melampaui angka 100 ribu, kemudian faktor meninggalkan salah satu pihak, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sementara itu, angka perceraian terbanyak terjadi di Jawa Barat dengan laporan 102.280 kasus.

Prambors News sekarang bisa didengerin di Spotify, Kawula Muda. Lo bisa search Prambors News di Spotify buat bisa dengerin berita dengan konsep yang beda.

Berita Lainnya