Banyak Siswa jadi Sering Izin ke Toilet dan Main TikTok, Sekolah ini Copot Cermin di Toilet

Jangan lupa mirror selfie dulu, Kawula Muda~

Ilustrasi siswa jadi sering izin ke toilet dan main TikTok, sekolah ini copot cermin di toilet (Shutterstock)
Mon, 29 Jan 2024

Sebuah sekolah menengah pertama di Carolina Utara, Amerika Serikat mendadak viral lantaran mencopot cermin di toilet.

Keputusan pihak sekolah mencopot cermin di toilet disebabkan karena banyak siswa yang izin ke toilet untuk merekam video TikTok.

Dikutip dari New York Post, Senin (29/1/2024), beberapa siswa bahkan kedapatan membolos dan mengunjungi kamar mandi hingga sembilan kali sehari.

“Siswa pergi ke kamar mandi dalam jangka waktu yang lama dan membuat video TikTok,” ujar Les Atkins, selaku humas sistem sekolah.

Atkins menjelaskan bahwa banyak video yang menampilkan cermin tersebut, yang direkam para siswa di sekolahnya, dan mengunggahnya di TikTok.

Mulanya rata-rata anak-anak izin ke toilet sekitar 3-4 kali dalam sehari. Namun belakangan ini, jumlah izin ke toilet melonjak menjadi 7-9 kali sehari.

Ilustrasi tanda petunjuk toilet. (FREEPIK)

Pihak sekolah langsung mencopot cermin di toiletnya yang sering digunakan muridnya untuk “ngonten”.

Keputusan tersebut merupakan sebuah hukuman yang lumayan unik, tetapi pencopotan cermin itu cukup berhasil.

“Tidak banyak kunjungan ke kamar mandi, tidak tinggal terlalu lama dan siswa dimintai pertanggungjawaban dan ketika ada akuntabilitas Anda akan melihat perbedaan besar,” kata Atkins.

Pihak sekolah juga telah menerapkan sistem tiket masuk digital, yang memungkinkan siswa untuk check-in dan keluar kelas, dengan harapan pihak sekolah dapat melacak berapa banyak waktu yang dihabiskan siswa di luar kelas.

Tindakan keras ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah beberapa pakar teknologi AS memperingatkan bahwa Gen Z akan semakin kecanduan dan bergantung pada TikTok.

Sebuah negara bagian di Amerika Serikat, yakni Montana, bahkan sudah lebih dulu mengambil sikap atas ancaman bahaya dari TikTok.

Montana menjadi negara bagian pertama yang melarang aplikasi tersebut tahun lalu, mengklaim bahwa mereka menyelamatkan warganya dari “pengawasan Partai Komunis Tiongkok.”


Gunakan sosial media secara bijak ya, Kawula Muda.

Berita Lainnya