CEO TikTok Larang Anaknya yang di Bawah Umur Main TikTok!

Semoga di Indonesia juga bisa diterapkan ya, Kawula Muda!

Ilustrasi anak-anak yang sedang bermain TikTOk (DFWCHILD)
Tue, 02 May 2023


CEO TikTok, Shou Zi Chew, melarang anaknya untuk menggunakan TikTok. Hal ini terkait usia yang anak yang baru berumur 13 tahun sehingga tergolong anak di bawah umur. 

“Anak-anak saya tinggal di Singapura dan di Singapura, kami tidak memiliki pengalaman (menggunakan TikTok) di bawah 13 tahun,” tutur Chew seperti dikutip dari Kompas, Selasa (02/05/2023).

Ilustrasi TikTok (UNSPLASH/ALEXANDER SHATOV)

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sang anak ‘terlalu muda’ untuk bermain TikTok di negara Singapura. Terlebih lagi, negara tersebut mengurus keamanan minor dengan sangat serius. 

“Jika mereka tinggal di sini di Amerika Serikat, saya akan membiarkan mereka merasakan pengalaman (bermain TikTok) di bawah 13 tahun,” tambahnya. 

Diketahui, Chew memang menjadi CEO TikTok tidak lama setelah bergabung dengan aplikasi tersebut pada Maret 2021. Ia ditunjuk untuk menggantikan Kevin A Mayer, CEO TikTok sebelumnya. 

Usai menjadi CEO platform video tersebut, Chew menegaskan ia akan lebih serius mengurus keamanan minor di platform tersebut. “Salah satu hal pertama yang saya lakukan saat mengambil tugas ini adalah memastikan keamanan minor di daftar teratas,” tuturnya pada Kamis (30/03/2023) lalu seperti dikutip dari Newsweek. 

Sebagai informasi, Indonesia melalui Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa batas usia minimum pengguna TikTok adalah 13 tahun. Usia tersebut pun menggantikan peraturan sebelumnya yang menyebut batas minimum tersebut adalah 12 tahun. 

Di sisi lain, laporan Business of Apps seperti dilansir dari Kata Data menemukan banyaknya pengguna minor di aplikasi tersebut. Pengguna dari kelompok usia 10 hingga 19 tahun berada di urutan kedua pengguna terbanyak TikTok dengan proporsi 28 persen. 

Hal ini pun mengkhawatirkan karena beragam konten dapat diakses secara bebas di internet, termasuk lewat TikTok. Tantangan yang muncul ketika anak-anak di bawah usia menggunakan media sosial dengan bebas adalah kemampuan anak memfilter konten, membedakan hoaks dan berita nyata, indikasi cyberbully, kriminal, serta semakin bebasnya anak untuk berkomentar jahat dan menyakiti orang lain. 

Berita Lainnya