Direktur Narkotika Bareskrim Akui Cicip Es Krim Ganja di Thailand

Katanya rasanya kayak 'daun', Kawula Muda!

Tanaman ganja. (FREEPIK)
Wed, 06 Jul 2022


Direktur Narkotika Bareskrim Polri, Bridjen Krisno Siregar, mengaku bahwa sempat mencicipi es krim ganja di Thailand. 

Sebagai informasi, Thailand memang menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencoret ganja dari daftar narkotika negara tersebut. Semenjak 9 Juni 2022 lalu, selain digunakan untuk tujuan medis, ganja juga telah dilegalkan untuk kesenangan. 

Turis antri di food truck penjual minuman mengandung ganja di Thailand. (REUTERS)

 

Karena itu, tak heran mendapat dan mengonsumsi ganja di Thailand menjadi sangat mudah. Adapun ganja juga diolah dalam bentuk es krim di negeri gajah putih tersebut. 

“Jadi mereka sudah lama sekali, mereka bukan hanya terhadap untuk kepentingan medis juga untuk kepentingan recreational, dan itu sudah dipakai,” tutur Krisno saat mengisi acara Focus Group Discussion (FGD) Komisi III DPR RI yang disiarkan lewat daring pada Selasa (05/07/2022). 

“Jadi kalau sekarang pergi ke Thailand [ada] es krim, saya sudah coba Pak. Saya gak tahu pas tes urine itu saya positif atau gak, tapi saya sudah coba itu pak. Namanya Vanilla Cannabinoid Ice Cream,” tambahnya. 

Ia pun menjelaskan bahwa rasa es krim tersebut mirip seperti rasa daun-daun. 

Adapun pernyataan tersebut direspons oleh Direktur Eksekutif Institute of Criminal Justice Reform (ICRJ), Erasmus Abraham Todo Napitupulu. 

“Orang butuh obat dilarang2, makan es krim gak nanya apa takut kecanduan?” tulisnya lewat akun Twitter pada Selasa (05/07/2022). 

Segera setelah dilegalkannya ganja di Thailand, pembicaraan dan diskusi terkait pelegalan ganja untuk kepentingan medis di Indonesia pun kian menjamur. 

Berbagai lembaga pun mulai melakukan kajian terkait hal tersebut. Misalnya saja Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengaku telah mengumpulkan referensi ilmiah untuk mendorong riset ganja medis. 

Di sisi lain, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, juga memberi tanda seolah ‘lampu hijau’ terkait khasiat ganja untuk keperluan medis. 

“Nanti sebentar lagi akan keluar regulasinya untuk kebutuhan medis,” tutur Budi dalam agenda diskusi media di Gedung Kemenkes RI seperti dikutip dari Asumsi pada Rabu (06/07/2022). 

Berita Lainnya