Ilmuwan Temukan ‘Virus Zombie’ di Siberia, Ancaman Bagi Manusia?

Rencana lo supaya tetap survive kalo zombie apocalypse gimana, Kawula Muda?

Ilustrasi virus (UNSPLASH/CDC)
Fri, 02 Dec 2022


Ilmuwan dari Pusat Penelitian Ilmiah Perancis tengah meneliti kembali sejumlah viruszombie’ yang ditemukan di darat beku (permafrost) Siberia.

Adapun virus tersebut telah berusia 50 ribu tahun, Kawula Muda! Virus tersebut pun kembali hidup karena daratan yang mulai mencair akibat pemanasan global. 

Ilustrasi virus sumber penyakit (UNSPLASH/FUSION MEDICAL)

 

Para peneliti pun menamai virus tersebut sebagai Pandoravirus yedoma. Nama tersebut disesuaikan dengan ukuran hingga jenis tanah permafrost tempat virus tersebut ditemukan. 

“Karena pemanasan global, permafrost yang mencair secara permanen melepaskan bahan organik yang membeku hingga jutaan tahun, yang sebagian besar terurai menjadi karbon dioksida dan metana,” tutur para peneliti dalam laporan ilmiahnya seperti dikutip dari Sciencealert, Kamis (01/12/2022).

Alasan virus tersebut dikaitkan dengan ‘zombie’ adalah karena dapat menular walau telah membeku di lapisan es yang dalam selama ribuan tahun. Selain itu, layaknya zombie, virus tersebut seakan tidak dapat mati. 

Walau begitu, jangan khawatir berlebihan ya, Kawula Muda! Para ilmuwan menyatakan bahwa virus tersebut hanya menyerang organisme bersel tunggal sehingga tidak berbahaya bagi manusia. 

Hasil tersebut ditemukan oleh penelitian yang dipimpin ahli mikrobiologi Jean-Marie Alempic dari French National Centre for Scientific Research. 

Kini, terdapat 13 sampel virus yang tengah diteliti oleh para ilmuwan untuk mengetahui apakah akan menjadi ancaman bagi manusia di masa depan. Hal itu terutama dengan semakin mencairnya lapisan permafrost sehingga memungkinkan virus-virus lainnya yang tengah tertidur untuk bangun kembali. 

Selain virus ‘zombie’ tersebut, ditemukan pula bulu mammoth hingga usus serigala yang terkubur di bawah permafrost. Penemuan tersebut pun dikhawatirkan menjadi pendukung bahwa terdapat virus menular yang mungkin dapat aktif kembali. 

“Situasinya akan jauh lebih berbahaya jika tanaman, hewan, atau penyakit manusia disebabkan oleh kebangkitan virus kuno yang tidak diketahui,” tulis para peneliti. 

Eksplorasi Siberia 

Ilustrasi permukaan es di Siberia (UNSPLASH/SIMON PURTOV)

 

Tim peneliti memang telah dibentuk untuk menggali virus di Siberia. Sebelumnya, mereka sempat menemukan sebuah virus berusia 30 ribu tahun yang kembali aktif karena mencairnya es abadi tersebut. 

Dengan penemuan terbaru virus berusia 50 tahun tersebut, para ahli dan ilmuwan sepakat bahwa ini adalah permulaan untuk mengeksplorasi apa yang tersembunyi di bawah permafrost. 

“Jika peneliti benar-benar mengisolasi virus hidup dari permafrost kuno, kemungkinan virus mamalia yang lebih kecil dan lebih sederhana juga akan bertahan dalam keadaan beku selama ribuan tahun,” tutur ahli virologi asal University of California, Eric Delwart.

Berita Lainnya