Indonesia Keluarkan Rp 340 Miliar untuk Mencari Alien

Kawula Muda, pemerintah akan membangun Observatorium Nasional di NTT.

Potret galaksi triangulum. (INSTAGRAM/LAPAN)
Wed, 28 Oct 2020

Indonesia akan membangun fasilitas observasi bernama Observatorium Nasional di Nusa Tenggara Timur. Peneliti Pusat Signis Antariksa LAPAN, Rhoram Pryantikanto, mengatakan bahwa proyek fasilitas ini dibangun bersama ITB, UNDANA, dan pemda setempat.

Tujuan dibangunnya Observatorium Nasional Timau yaitu untuk mencari sumber kehidupan lain di luar planet bumi.

Dilansir dari Detikcom, Rhoram mengatakan bahwa fasilitas observasi ini juga akan dilengkapi dengan teleskop 50 cm yang menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar, sedangkan dana keseluruhan berkisar Rp 340 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Poster tentang Observatorium Nasional Timau. (INSTAGRAM/LAPAN)

  

Rhoram juga mengatakan bahwa observatorium ini akan LAPAN gunakan untuk mengamati komet dan asteroid. Bahkan mulai tahun ini LAPAN merencanakan program pengamatan untuk mencari tahu tentang kehidupan di luar planet bumi.

“LAPAN akan merencanakan program pengamatan transient objects mulai 2020. Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transien. Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana,” kata Rhoram.

Poster manfaan Observatorium Nasional Timau. (INSTAGRAM/LAPAN)

 

Ia juga mengungkapkan bahwa di Kupang ada “senjata terbaik” LAPAN, yaitu teleskop reflektor berdiameter 50 cm.

“Sementara ini, teleskop reflektor berdiameter 50 cm adalah senjata terbaik kami di Kupang. Akhir tahun 2021 kami berharap datangnya teleskop yang lebih besar, yakni teleskop dengan diameter cermin 380,” ujar Rhoram.

  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya