Jokowi Sebut Jakarta Alami Kerugian Rp 100 Triliun karena Macet

Gokilll, kerugian apa aja sih emang yang imbasnya?

Ilustrasi kemacetan (SINDO NEWS)
Fri, 10 Feb 2023


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami kerugian macet yakni Rp 100 triliun.

Menurut Ekonom dari Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, kerugian yang diakibatkan macet ialah kerugian yang ditanggung dunia usaha, produktivitas tenaga kerja, sampai konsumsi BBM kendaraan.

"Kemacetan mengakibatkan keterlambatan jadi biaya logistik meningkat, misalnya delivery barang jadi membutuhkan waktu yang lama," katanya, melansir dari laman DW, Jumat (10/02/2023).

"Misalnya tadinya dalam satu hari bisa kirim 5 kali barang, karena macet cuma 3 kali atau 4 kali. Karena macet semua tertunda," lanjutnya.

Ilustrasi kemacetan (KUMPARAN)

Penyebab lain yang membuat kerugian dari macet adalah konsumsi BBM kendaraan jadi boros. Belum lagi perawatan kendaraan yang makin besar karena macet.

"Salah satunya jadi biaya-biaya transportasi kan meliputi biaya bahan bakarnya, kemudian juga biaya perawatan kendaraannya. Nah ini jadi meningkatkan biaya semua."

Kerugian kemacetan di Jakarta ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya Kawula Muda. Pada 2019 lalu Jabodetabek Rp 65 triliun per tahun menurut World Bank di 2019. Sementara itu, pada Juli 2022 tercatat kerugian sebesar Rp 71 triliun.

Penggunaan Alat Transportasi jadi Solusi

Melihat situasi seperti ini, Jokowi menggencar masyarakat untuk menggunakan transportasi umum seperti LRT, MRT sampai kereta cepat Jakarta-Bandung daripada menggunakan kendaraan transportasi pribadi.

"Jakarta ini setiap tahun rugi kira-kira di atas Rp 100 triliun. Zaman saya (Gubernur DKI 2012-2014) dulu Rp 65 triliun. Sehingga kenapa kita coba kereta cepat Jakarta-Bandung seperti apa, apakah orang masih naik mobil atau enggak," terangnya, mengutip laman CNN Indonesia.

Dia mengatakan, sudah lama Indonesia tidak pro terhadap penggunaan transportasi publik sehingga masyarakat lebih suka pakai kendaraan pribadi dan jadi macet.

Jadi Kawula Muda, yuk pakai transportasi umum saja kalau bepergian, biar bisa kurangi kerugian ekonomi karena macet.

Berita Lainnya