Kemenkes Wacanakan Vaksin Booster Keempat, Perlukah?

Menurut lo gimana, Kawula Muda?

Ilustrasi Vaksin Booster. (SDIProductions)
Wed, 23 Feb 2022

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, sebut adanya kemungkinan Indonesia akan melakukan penyuntikan vaksin booster Covid-19 keempat di masa depan jika diperlukan. 

“Kalau nanti diperlukan dengan studi yang terus kita evaluasi ternyata kita butuh booster keempat, bukan tidak mungkin booster keempat itu perlu dilakukan. Tetapi, sekarang yang mesti kita kejar adalah bahwa kita mesti melakukan equal policy,” tutur Dante dalam acara daring, Rabu (23/02/2022) dikutip dari CNNIndonesia. 

Vaksin Covid-19 (unsplash.com/@schluditsch)

Beberapa ahli kesehatan pun telah menyebut adanya kemungkinan booster keempat tersebut. Hal itu mengingat efikasi vaksin yang berkurang menjadi 78 persen setelah empat hingga enam bulan penyuntikan. Salah satu instruksi vaksin keempat tersebut datang dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular di AS (CDC). 

Namun, tidak seluruh ahli menyambut gagasan tersebut. Salah satunya datang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Dr Peter Marks mengatakan ilmuwan belum memiliki data yang cukup kuat untuk menyuntikkan dosis keempat tersebut. 

"Kecuali ada kejutan dari varian baru, mungkin hal terbaik adalah memikirkan strategi booster kami bersama dengan vaksin influenza musim gugur mendatang, dan mendorong sebanyak mungkin orang divaksin," kata Marks dikutip dari Republika. 

Saat ini saja, masih banyak masyarakat yang belum mendapat dosis booster. Salah satu alasannya adalah belum genap enam bulan sejak penyuntikan kedua vaksin primer, terutama mereka yang disuntik dengan AstraZeneca. 

Selain itu, masih banyak pula masyarakat yang belum menyelesaikan vaksin primer. Tercatat capaian vaksin kedua per Rabu (23/02/2022) siang baru mencapai 68,09 persen. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan capaian vaksin primer yang direncanakan akan rampung Juni 2022 mendatang. 

Berita Lainnya