Makan di Restoran Bisa Memicu Penyebaran Covid-19, Begini Kata Ahli

Kawula Muda, yuk coba dibaca bersama-sama agar lebih paham.

Ilustrasi: Restoran yang ramai. (FREEPIK)
Mon, 14 Sep 2020

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik tuas rem darurat dan mengaktifkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, mulai Senin (14/9/2020).

Keputusan ini salah satunya disebabkan karena adanya restoran dan tempat makan yang ditemukan masih belum mematuhi protokol Covid-19, seperti memakai masker dan berjaga jarak saat makan.

Centers For Disease Control And Prevention (CDC) menjalankan studi pada 1– 29 Juli 2020, untuk mengetahui pengaruh kontak jarak dekat dengan Covid-19. CDC yang berada di Amerika Serikat (AS) menjalankan studi ini untuk 314 orang dewasa dari usia 18 tahun ke atas.

CDC menginvestigasi keseharian para pasien selama 2 minggu terakhir dan melakukan tes reverse transcription–polymerase chain reaction (RT-PCR). Hasilnya menunjukan 154 pasien di antaranya positif Covid-19 dengan gejala.

"Ciri-ciri paparan komunitas kemungkinan besar sulit untuk dinilai ketika penularan Covid-19 meluas, terutama dari orang-orang tanpa gejala dalam komunitas yang saling berinteraksi secara inheren," ujar CDC dalam studi yang melibatkan 14 institusi medis di AS.

CDC menginvestigasi 154 pasien positif Covid-19 mengenai aktivitas dan tempat yang mereka kunjungi, dan memastikan apakah mereka sudah mengikuti protokol CDC yang diwajibkan.

Hasil analisis terhadap peserta Covid-19 yang melakukan kontak dengan orang terdekat 2 minggu sebelumnya, mayoritas disebabkan oleh mengunjungi restoran, kafe, dan bar.

"Selain makan di restoran, pasien kasus Covid-19 lebih cenderung melaporkan pergi ke bar/kafe, tetapi hanya ketika analisis dibatasi hanya pada peserta tanpa kontak dekat dengan pasien Covid-19 sebelum timbulnya gejala," papar CDC.

Kemungkinan di atas disebabkan oleh layanan makan di tempat, memiliki sirkulasi udara restoran yang kurang memadai, penyebaran Covid-19 dipercepat karena arah, ventilasi, dan intensitas aliran udara.

Apalagi mereka tidak melakukan jarak sosial dan penggunaan masker yang tidak efektif di tempat makan.

"Masker tidak dapat digunakan secara efektif saat makan dan minum, sedangkan berbelanja dan berbagai aktivitas dalam ruangan lainnya tidak menghalangi penggunaan masker," ujar CDC dalam penelitian tersebut.

Di akhir riset, CDC mengingatkan, selain dari menjaga kebersihan diri dan jarak sosial, kita pun harus tetap di rumah saja. Gunakan layanan antar bila memang diperlukan.

Panduan protokol Covid-19 di tempat makan yang dimaksud CDC dapat diakses di: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/organizations/business-employers/bars-restaurants.html

Berita Lainnya