Microsoft: Warganet Indonesia Paling Enggak Sopan Se-Asia Tenggara

Kawul Muda, yok makin bijak gunakan internet dan dunia maya!

Ilustrasi berjejaring di dunia maya. (freepik)
Fri, 26 Feb 2021

Raksasa teknologi global, Microsoft, membuat sebuah indeks. Digital Civility Index 2020 adalah indeks jajak pendapat yang bertujuan untuk mendukung keamanan internet dan dunia daring.

Pada indeks ini, Microsoft meneliti 32 negara dengan 16.000 responden. Sejumlah 503 responden berasal dari Indonesia. Penelitian ini juga meliputi masyarakat dari tingkat generasi yang beragam, mulai dari usia dewasa dan remaja.

Terdapat 21 aspek risiko daring yang difokuskan ke dalam empat kategori penelitian ini seperti perilaku, seksual, reputasi, dan pribadi/mengganggu.

Penelitian ini dilakukan pada April dan Mei 2020, tetapi hasil baru dikeluarkan oleh Microsoft pada Februari 2021.

Dilansir dari USS Feed, survei ini meliputi jawaban antara 0 hingga 100. Pada awalnya setiap negara mendapat poin 100, tetapi akan berkurang seiring hasil poin jawaban responden yang masuk.

Oleh karena itu, bila suatu negara mendapat nilai tinggi, negara tersebut dinilai aman karena kecil risiko terpapar masalah keamanan di jejaring sosial maya.

Indonesia dalam survei ini mendapat 76 poin. Angka ini terpaut 8 angka dari poin Indonesia di tahun sebelumnya.

Menariknya, responden remaja tidak memberikan perubahan poin yang signifikan. Namun, responden dewasa yang justru memiliki kebiasaan yang semakin buruk dengan menambah 16 poin terhadap ketidaksopanan warganet Indonesia.

Perlu dicatat mengenai tiga risiko keamanan tertinggi di Indonesia. Pertama, berasal dari hoaks atau penipuan bertambah 13 poin. Kemudian, hate speech bertambah 5 poin. Namun, poin diskriminasi berkurang 2 poin.

  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya