Tabungan Rakyat Naik, Jokowi Malah Minta Warga Belanja sampai Nonton Konser!

Apa tiket konser yang pengen lo beli, Kawula Muda?

Jokowi sebut terlalu banyak uang yang tersimpan di bank dapat membuat roda perkembangan ekonomi Indonesia melambat (INSTAGRAM/JOKOWI)
Thu, 23 Feb 2023


Presiden Indonesia, Joko Widodo meminta masyarakat mengeluarkan uang untuk jajan, menonton sepakbola, hingga membeli tiket konser. Harapan tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah tabungan masyarakat Indonesia di bank, Kawula Muda!

Adapun penggunaan uang tersebut disebut Jokowi berdampak baik bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. 

"Kita harus mendorong masyarakat agar belanja itu bisa sebanyak-banyaknya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita," ujar Jokowi pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Kamis (23/02/2023).

Kini, masyarakat Indonesia memang lebih memilih untuk menabung daripada berbelanja, Kawula Muda! Hal itu pun terbukti dari total tabungan masyarakat Indonesia hingga akhir 2022 di perbankan yang meningkat hingga mencapai Rp 690 triliun.

Di sisi lain, secara umum, simpanan masyarakat di bank umum mencapai angka Rp 8.203 triliun dengan kenaikan 2,16% tiap bulannya.  

"Kenaikan tabungan masyarakat di bank di tahun 2022 itu ada Rp 690 triliun. Dana masyarakat ditahan dan tidak dibelanjakan artinya masyarakat ngerem tidak ingin belanja. Tidak ingin datang ke restoran, tidak ingin datang ke mal, tidak ingin datang ke toko. Belanja tidak, lebih baik disimpan di bank. Ini tidak boleh," tambah Jokowi.

Padahal, kini Indonesia tengah memasuki tahap pemulihan besar-besaran usai pandemi. Hal itu pun ditandai dengan pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia. 

“Tidak apa-apa digunakan untuk nonton konser, nonton sepak bola, biarkan spending masyarakat, entah makan di warung, PKL, belanja kaos atau event olahraga.”

Perihal pola kegemaran masyarakat yang lebih memilih untuk menabung dari para berbelanja, ekonom senior Chatib Basri pun angkat suara. Ia menyatakan apabila uang tersebut lebih banyak tertimbun di bank, maka pertumbuhan dan pemulihan ekonomi Indonesia akan semakin melambat. 

Chatib pun menjelaskan hal ini terutama terlihat di kelompok kelas menengah bawah. Walau memiliki uang, mereka memilih menabung karena adanya ketidakpastian masa depan ekonomi tanah air.

Berita Lainnya