Transisi Kendaraan Listrik, CEO Toyota Khawatirkan Hilangnya Jutaan Pekerjaan di Jepang

Wah, mengkhawatirkan banget, ya, Kawula Muda!

Toyota Prius PHEV (AUTOCAR.CO.UK)
Thu, 23 Sep 2021

CEO Toyota Akio Toyoda mengkhawatirkan apabila seluruh produsen mobil mentransisikan semua kendaraannya menjadi kendaraan listrik, jutaan pekerja di Jepang akan kehilangan pekerjaannya.

Adanya upaya pemerintah Jepang dalam melaksanakan ‘netralitas karbon’ dapat berdampak negatif pada Toyota, khususnya pada bidang manufakturnya. Hal ini dikarenakan mesin pembakaran (combustion engine) yang merupakan alat utama dalam pembuatan kendaraan.

Per 2030, Toyoda berpendapat bahwa Jepang akan memproduksi 8 juta kendaraan, baik kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) maupun hybrid. Dalam proses produksi ini, combustion engine memegang peranan penting.

CEO Toyota, Akio Toyoda (BLOOMBERG)

“Ini berarti produksi lebih dari delapan juta unit akan hilang, dan industri otomotif berisiko kehilangan sebesar 5,5 juta lapangan pekerjaan. Jika mereka mengatakan mesin pembakaran (combustion engine) adalah musuh, kami tidak akan mampu memproduksi hampir semua kendaraan,” ucap Toyoda.

Toyoda menilai bahwa Jepang adalah negara yang bergantung dengan ekspor. Oleh karena itu, adanya netralitas karbon menjadi sebuah permasalahan untuk ketenagakerjaan untuk masyarakat Jepang.

Menurut Toyoda, sejauh ini para politisi melihat bahwa peralihan kendaraan menuju electric vehicle adalah sebuah tujuan yang berkesinambungan dengan upaya pemerintah Jepang dalam netralitas karbon.

“Untuk melindungi pekerjaan dan kehidupan orang Jepang, saya pikir perlu untuk membawa masa depan kita sejalan dengan upaya kita sejauh ini,” kata Toyoda.

Berita Lainnya