Alasan Ganti Nama dari "Ping-Pong", Ini Deretan Fakta Unik Sejarah Tenis Meja!

Kawula Muda, dari ruang tamu hingga cabang olahraga profesional!

Tenis meja punya sejarah yang menarik, Kawula Muda! (Pexels/joshsorenson)
Mon, 07 Feb 2022

Meskipun terlihat seperti miniatur tenis, tenis meja memiliki peraturan dan cara bermainnya sendiri. Bahkan sejarah tenis meja juga unik!

Bermula dari Inggris, tenis meja perlu melewati proses untuk menjadi olahraga yang populer di masyarakat. 

Namun, tenis meja berhasil berkembang menjadi olahraga yang populer di negara-negara Asia seperti Jepang dan China.

Hingga saat ini, popularitas tenis meja sudah tidak dipungkiri lagi. Bahkan Indonesia juga memiliki atlet tenis meja yang tampil di ajang internasional.

Langsung simak saja, berikut deretan fakta unik sejarah tenis meja!

1. "Permainan ruang tamu"

Tenis meja berawal dari olahraga ruang tamu. (Unsplash/ilyapavlov)

 

Pada 1880-an, beberapa pemain tenis memutuskan untuk bermain di dalam rumah karena lapangannya penuh salju saat musim dingin. Awalnya, permainan ini dimainkan di ruang tamu dengan menggunakan meja, tumpukan buku sebagai net, dan dayung sebagai raket. Sementara itu, untuk bola masih menggunakan bola tenis.

Kemudian pada 1900-an, permainan ini mulai beken dan sering dimainkan setelah pesta, serta tetap dilakukan di ruang tamu. Itulah mengapa tenis meja disebut "permainan ruang tamu".

2. Disebarluaskan pedagang dan profesor

Tenis meja pada tahun 1900-an. (Wordpress/Kingpong)

 

Dalam sejarahnya, tenis meja tidak mendapatkan perhatian internasional hingga akhirnya disebarkan oleh pedagang dan cendekiawan asing.

Di Jepang, pada 1902, seorang profesor dari sebuah universitas di negara Bunga Sakura itu membawa pulang permainan ini ke negaranya. Begitu juga para pedagang dari Inggris seperti Edward Shires yang membawa tenis meja ke wilayah Wina dan Budapes.

Pada masa ini, ketenaran tenis meja terus naik bahkan menjadi olahraga masyarakat umum di Inggris dari yang awalnya hanya dimainkan oleh para bangsawan.

3. Disebut "Ping-Pong"

Ini salah satu fakta menarik dari olahraga tenis meja yang jarang diketahui banyak orang terkait nama lainnya, yaitu ping-pong.

Awalnya, tenis meja memang lebih dikenal dengan nama ping pong. Saat itu, nama olahraga ini sama dengan Ping Pong yang merupakan nama perusahaan produsen perlengkapan tenis meja yang didirikan J. Jaques dan Son pada 1800-an.

Kemudian, sebuah perusahaan board game mematenkan nama tersebut sehingga Asosiasi Ping-Pong terpaksa mengubah namanya menjadi Asosiasi Tenis Meja pada 1922 untuk menghindari tuntutan hukum. Sejak itulah nama olahraga ini namanya menjadi tenis meja.

Pada 1926, terbentuklah International Table Tennis Federation (ITTF) yang hingga kini menjadi organisasi yang menaungi cabang olahraga tenis meja.

4. Debut profesional tenis meja

Tenis meja menggelar pertandingan profesional pertamanya di London. (Unsplash/eyefull)

 

Tenis meja menjadi salah satu cabang olahraga Olimpiade sejak 1988 dengan mempertandingkan kelas tunggal laki-laki dan ganda perempuan.

Pertandingan profesional tenis meja pertama kali digelar oleh ITTF pada 1926 di London, Inggris yang dihadiri para pemain dari Eropa. Pertandingan tenis meja pertama ini dimenangi oleh Dr. Jacobi dari Hungaria, negara yang mendominasi 9 kejuaraan dunia tenis meja.

Hungaria terus mendominasi sepanjang era 1930-an dengan Victor Barna, legenda tenis meja Hungaria, sebagai andalannya.

Namun, saat World Cup tenis meja pertama kali digelar yaitu pada 1950-an, pemenang justru didominasi oleh pemain dari negara-negara Asia seperti Jepang, China, dan Korea.

Pada kejuaraan tersebut, Guo Yeuhua dari negara Tiongkok berhasil membawa pulang hadiah utama senilai 12,500 dolar AS sebagai pemenang.

5. Warna bet tenis meja

Warna bet tenis meja berbeda-beda sesuai fungsinya. (Unsplash/likeffer)

 

Agar permainan adil, ITTF mengatur warna bet agar dapat membantu pemain untuk membentuk strategi mereka dalam menghadapi lawan.

Bet tenis meja biasanya berwarna merah dan hitam atau biru memiliki ciri khas permainan dari masing-masing atlet tenis meja. Karet hitam atau biru digunakan untuk permainan yang mengandalkan teknik forehand, sementara karet merah digunakan untuk teknik backhand.

Ini berguna karena dengan mengetahui gaya permainan lawan, pemain tenis meja dapat menentukan cara terbaik untuk mengembalikan pukulan.

Meskipun kedua teknik tersebut ditentukan berdasarkan kekuatan dan kecepatan pukulan, dalam pertandingan tenis meja keduanya akan terlihat sama.


  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya